Senin, 09 Maret 2009

IFAB

IFAB PDF Print E-mail

Pada awalnya sepak bola memiliki peraturan yang berbeda antara satu negara dengan negara yang lain. Perbedaan peraturan tersebut cukup menghambat kemajuan permainan sepak bola. Untuk menyeragamkan peraturan yang digunakan dalam permainan sepak bola, the Football Association (FA) bersama dengan tiga asosiasi sepak bola negara lain, yaitu the Scottish Football Association (SFA), the Football Association of Wales (FAW) dan the Irish Football Association (IFA) mengadakan pertemuan di Manchester. Pertemuan yang berlangsung pada tanggal 6 Desember 1882 ini memutuskan untuk merumuskan suatu peraturan umum tentang permainan sepak bola yang dapat digunakan oleh setiap negara. Pada pertemuan itu juga disepakati untuk membentuk suatu badan yang bertugas merumuskan peraturan-peraturan dalam permainan sepak bola. Badan tersebut kemudian diberi nama International Football Association Board (IFAB).

ifabPertemuan pertama yang dilakukan oleh IFAB terjadi pada tanggal 2 Juni 1886. markas FA di Holborn Viaduct, London menjadi tempat pertemuan tersebut. Pertemuan ini dihadiri oleh wakil dari asosiasi sepak bola Inggris (FA), Wlaes (FAW), Scotlandia (SFA), dan Irlandia Utara (IFA). Pada pertemuan tersebut masing-masing asosiasi memiliki satu suara. Pertemuan tersebut merumuskan peraturan dasar sepak bola yang digunakan oleh masing-masing asosiasi sepak bola tersebut.

Setelah terbentuk di Paris pada tahun 1904, FIFA menetapkan bahwa peraturan yang dibuat oleh IFAB dijadikan sebagai peraturan yang mengikat selurh anggota FIFA. Dengan tebentuknya FIFA, maka terjadi perubahan dalam keanggotaan IFAB. Jika sebelumnya IFAB hanya beranggotakan empat asosiasi sepak bola yang mencetuskan berdirinya IFAB dengan suara yang sama, maka keanggotaan baru setelah FIFA berdiri serta suara yang dimiliki oleh anggota IFAb juga berugah. Saat ini anggota yang berada di dalam IFAB adalah FA, SFA, FAW, IFA dan FIFA. Baik FA, SFA, IFA, maupun FAW memiliki satu suara di dalam IFAB, sedangkan FIFA memiliki 4 suara.

Hingga saat ini semua peraturan permainan sepak bola yang mengikat secara global dirumuskan dan dikeluarkan oleh IFAB. Semua anggota FIFA wajib mematuhi dan melaksanakan aturan tersebut.

Peraturan sepak bola yang dikeluarkan secara lengkap oleh IFAB dapat dibaca di sini.

badan sepak bola(fifa)

Fédération Internationale de Football Association (FIFA) PDF Print E-mail

FIFA Logo
FIFA adalah badan sepak bola dunia yang mengatur dan membawahi permainan sepak bola dan organisasi di bawahnya dalam skala internasional. FIFA merupakan kependekan dari Fédération Internationale de Football Association, yang didirikan di Perancis pada tanggal 21 Mei 1904, dengan menunjuk Robert Guérin sebagai presiden pertamanya. Saat ini kantor pusat FIFA terletak di Zurich, Swiss.

Sebelum FIFA berdiri, tidak ada sebuah organisasi yang megatur dan mengawasi perkembangan sepak bola dalam lingkup global. Masing – masing asosiasi sepak bola hany mengawasi dan mengembangkan sepak bola di negaranya masing-masing. Hal ini membuat perkembangan sepak bola sedikit terhambat. Dengan tujuan mengenalkan permainan sepak bola secara global, dan untuk mengontrol kegiatan sepak bola pada lingkup internasional, maka bertempat di Paris, dibentuklah badan sepak bola dunia yang kita kenal sekarang ini, FIFA.

Sebagai badan sepak bola internasional, FIFA memiliki tugas-tugas yang cukup beragam. FIFA berkewajiban untuk mengadakan turnamen sepak bola berskala internasional, menetapkan peraturan dalam permainan sepak bola (bersama IFAB), melakukan proosi tentang sepak bola ke seluruh penjuru dunia, serta mengakomodir segala hal yang bersinggungan dengan kegiatan persepak bolaan internasional. Selain itu FIFA juga membawahi asosiasi sepak bola regional yang ada di dunia.

Badan sepak bola regional yang berada di bawah FIFA merupakan kepanjangan tangan dari FIFA untuk mengatur dan mengawasi kegiatan sepak bola di negara-negara anggotanya. Ada enam asosiasi sepak bola regional, dengan wilayah kerja masing-masing. Ke enam asosiasi sepak bola tersebut adalah UEFA (daerah Eropa), AFC (Asia), CAF (Afrika), OFC (Oseania), CONCACAF (Amerika Utara), dan CONMEBOL (Amerika Latin). Melalui keenam asosiasi sepak bola tersebut FIFA mensosialisasikan sepak bola dan peraturan-peraturan yang ditetapkannya ke anggota-anggotanya. Saat ii negara yang terdaftar menjadi anggota FIFA berjumlah lebih dari 207 negara, lebih banyak dari jumlah anggota IOC dan bahkan jauh lebih banyak dari jumlah negara yang tergabung dalam PBB.

Turnamen

FIFA juga berkewajiban menyekenggarakan turnamen sepak bola dalam skala internasional. Beberapa turnamen yang diadakan oleh FIFA diantaranya adalah FIFA World Club, FIFA U-20 World Cup, FIFA U-17 World Cup, FIFA Confederation Cup, FIFA Club World Cup, FIFA Futsal World Cup, FIFA Beach Soccer World Cup, Men’s Olympic Football Tournament, FIFA Interactive World Cup, Blue Stars (FIFA Youth Cup), FIFA Women’s World Cup, FIFA U-20 Women’s World Cup, FIFA U-17 Women’s World Cup, dan Women’s Olympic Football Tournament.

FIFA World Cup merupakan ajang turnamen sepak bola terbesar di dunia, yang diselenggarakan oleh FIFA. Piala Dunia sepak bola ini diadakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda setiap penyelenggaraannya. Untuk tahun 2010, Afrika Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah perhelatan piala dunia. Sedangkan negara yang paling banyak mengoleksi gelar juara Piala Dunia adalah Brasil, yang berhasil menjuarai perhelatan akbar ini sebanyak lima kali (terakhir pada perhelatan Piala Dunia 2002 di Jepang-Korea Selatan). Selain itu, Brasil menjadi satu-satunya negara yang selalu mengikuti putaran final Piala Dunia.

Selain FIFA World Cup yang merupakan ajang turnamen sepak bola paling bergengsi, FIFA juga menggelar FIFI U-20 dan U-17 World Cup. Jika di FIFA World Cup usia pemain tidak ada batasan, namun pada dua turnamen ini (FIFA U-20 dan U-17) memiliki batasan maksimal usia pemain. Untuk mengikuti FIFA U-20 World Cup, Usia pemain tidak boleh lebih dari 20 tahun. Sedangkan FIFA U-17 World Cup membatasi usia pemainnya hingga 17 tahun.

Lembaga di FIFA

Seperti halnya organisasi-organisasi yang ada, FIFA juga memiliki badan atau lembaga yang memiliki tugas dan kewajiban masing-masing. Badan yang ada di dalan FIFA adalah:

* FIFA Congress

Kongres FIFA merupakan pengambil keputusan tertinggi dan terpenting di FIFA. Kongres FIFA diadakan setiap 4 tahun sekali, setelah perhelatan Piala Dunia selesai, dan biasanya bertempat di negara tempat Piala Dunia dilangsungkan.

Kongres FIFA dihadiri oleh semua anggota FIFA. Masing-masing anggota FIFA ini memiliki satu suara dalam kongres. Kongres FIFA ini merupakan tempat untuk mendengar pertanggung jawaban dari presiden FIFA, dan sekaligus menjadi tempat untuk memilih siapa presiden FIFA periode selanjutnya. Biasanya untuk mengakomodir semua keinginan anggota, setiap tahun diadakan pertemuan tahunan, sebelum kongres FIFA diadakan.

* Executive Committee

Komite Eksekutif adalah badan yang bertanggung jawab untuk mengelola semua kegiatan FIFA setiap periode. Anggota Komite Eksekutif ini dipilih alam kongres FIFA yang diadakan setiap 4 tahun sekali. Komite Eksekutif ini juga bertanggung jawab untuk menyelanggarakan turnamen sepak bola berskala internasional. Tempat dan waktu penyelenggaraan turnamen tersebut menjadi tanggung jawab Komite Eksekutif.

Komite Eksekutif terdiri dari seorang Presiden yang dibantu oleh 8 wakil presiden, seorang sekretaris jenderal, dan 15 anggota yang mewakili semua konfederasi dan asosiasi sepak bola di dunia. Semua nggota dari Komite Eksekutif ini dipilih dalam Kongres FIFA.

* Standing Committee

Standing Committee merupakan suatu badan yang membantu skretari jenderal FIFA dalam melaksanakan tugasnya. Tugas dari Standing Committee diantaranya adalah memutuskan hal-hal yang bersifat penting demi kemajuan sepak bola dunia. Selain itu penyelenggaraan kejuaraan dunia juga menjadi salah satu tugas dari Standing Committee.

Standing Committee ini terdiri dari 25 komite dan 2 komisi disiplin. Masing-masing komisi memiliki tugas dan kewajiban masing-masing, sesuai dengan fungsinya. Komisi yang tergabung dalam Standing Committee ini adalah Executive Committee, Finance Committee, Organising Committee for the FIFA World Cup, Organising Comitte for the Confederation Cup, Organising Committee for the FIFA U-20 World Cup, Committee for Women’s Football and the FIFA Women’s World Cup, Futsal and Beach Soccer Committee, Referees Commmittee, Sport Medical Committee, Legal Committee, Media Committee, Football Committee, Marketing and Television Advisory Board, FIFA Club Task Force, Doping Control Sub-Committee, Ethics Committee, Goal Development Officer, Emergency Committee, Internal Audit Committee, Organising Committee for the Olympic Football Tournaments, Organising Committee for the FIFA U-17 World Cup, Organising Committee for the FIFA U-17 and U-20 Women’s World Cup, Organising Committee for the FIFA Club World Cup, Technical and Development Committee, Players’ Status Committee, Committee for Fair Play and Social Responsibility, Associations Committee, Goal Bureau, FIFA Medical Assessment adn Research Centre, Stadium and Safety Committee ad hoc, Appeal Committee, dan Dispute Resolution Chamber.

Peringkat Dunia FIFA

FIFA juga mengeluarkan daftar peringkat untuk negara-negara yang menjadi anggotanya. Daftar peringkat ini disusun berdasarkan banyaknya poin yang di dapat oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Perolehan poin ini dipengaruhi oleh performa dari masing-masing negara pada turnamen resmi yang diadakan oleh FIFA. FIFA selalu melakukan perbaharuan dalam menentukan daftar peringkat ini.

Peringkat yang dikeluarkan FIFA tersebut sangat fluktuatif dan dapat berubah setiap saat. Faktor utama yang dapat mengubah peringkat suatu negara adalah prestasi dari negara tersebut. Sedangkan peringkat FIFA tersebut merupakan salah satu ukuran untuk menentukan tim atau negara yang diunggulkan dalam sebuah turnamen resmi FIFA.

FIFA Player of the Year.jpg

pemimpin pertandingan

Sebuah pertandingan sepak bola terdiri dari dua babak yang di selingi dengan waktu istirahat di sela-sela babak satu dan dua. Waktu normal dari setiap babak adalah 45 menit, karena itu waktu pertandingan sepak bola sering disebut dengan 2 x 45 menit. Waktu istirahat yang diberikan diantara babak pertama dan kedua berkisar antara 10 hingga 15 menit.

Pada sebuah turnamen sepak bola yang menggunakan sistim knock out sering terjadi skor yang sama hingga waktu pertandingan normal selesai. Pada kasus seperti ini, maka pertandingan akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, dengan tanpa istirahat antar babak. Pada babak perpanjangan waktu ini, IFAB pernah menetapkan peraturan gol emas (golden goal) dan gol perak (silver goal). Yang dimaksud dengan peraturan Golden Goal adalah peraturan yang menyatakan bahwa tim yang berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan pada masa perpanjangan waktu dinyatakan sebagai pemenang tanpa harus menyelesaikan sisa waktu pertandingan. Peraturan Silver Goal sedikit berbeda dengan Golden Goal. Pada peraturan Silver Goal, tim yang berhasil mencetak gol lebih dulu belum dinyatakan sebagai pemenang, sebelum menyelesaikan sisa waktu pertandingan pada babak tersebut. Hal ini memungkinkan tim lawan untuk mengejar ketertinggalan, bahkan berbalik memimpin pertandingan. Jika hingga babak perpanjangan waktu selesai kedudukan masih seimbang, maka pemenang pertandingan biasanya diputuskan melalui adu pinalti.

Pada setiap babak dalam permainan sepak bola biasanya terdapat masa tambahan waktu, atau biasa disebut dengan injury time. Injury time ini ditujukan untuk mengganti waktu yang terbuang dalam permainan sepak bola. Lamanya waktu injury time dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi lamanya waktu injury time adalah pergantian pemain, pelanggaran yang menyebabkan pemain mengalami cidera, baik ringan maupun berat, pemindahan pemain yang cidera dari dalam lapangan ke pinggir lapangan untuk mendapat perawatan, waktu yang dibuang-buang oleh pemain saat bola tidak dalam permainan (biasanya dilakukan oleh tim yang unggul), dan sebab lain yang mempengaruhi jalannya pertandingan sepak bola. Penentuan lamanya masa perpanjangan waktu ditentukan oleh wasit utama, dan diumumkan ke pemain, official tim, dan penonton oleh inspektur pertandingan.

waktu pertandingan

Sebuah pertandingan sepak bola terdiri dari dua babak yang di selingi dengan waktu istirahat di sela-sela babak satu dan dua. Waktu normal dari setiap babak adalah 45 menit, karena itu waktu pertandingan sepak bola sering disebut dengan 2 x 45 menit. Waktu istirahat yang diberikan diantara babak pertama dan kedua berkisar antara 10 hingga 15 menit.

Pada sebuah turnamen sepak bola yang menggunakan sistim knock out sering terjadi skor yang sama hingga waktu pertandingan normal selesai. Pada kasus seperti ini, maka pertandingan akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit, dengan tanpa istirahat antar babak. Pada babak perpanjangan waktu ini, IFAB pernah menetapkan peraturan gol emas (golden goal) dan gol perak (silver goal). Yang dimaksud dengan peraturan Golden Goal adalah peraturan yang menyatakan bahwa tim yang berhasil menyarangkan bola ke gawang lawan pada masa perpanjangan waktu dinyatakan sebagai pemenang tanpa harus menyelesaikan sisa waktu pertandingan. Peraturan Silver Goal sedikit berbeda dengan Golden Goal. Pada peraturan Silver Goal, tim yang berhasil mencetak gol lebih dulu belum dinyatakan sebagai pemenang, sebelum menyelesaikan sisa waktu pertandingan pada babak tersebut. Hal ini memungkinkan tim lawan untuk mengejar ketertinggalan, bahkan berbalik memimpin pertandingan. Jika hingga babak perpanjangan waktu selesai kedudukan masih seimbang, maka pemenang pertandingan biasanya diputuskan melalui adu pinalti.

Pada setiap babak dalam permainan sepak bola biasanya terdapat masa tambahan waktu, atau biasa disebut dengan injury time. Injury time ini ditujukan untuk mengganti waktu yang terbuang dalam permainan sepak bola. Lamanya waktu injury time dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang menyebabkan dan mempengaruhi lamanya waktu injury time adalah pergantian pemain, pelanggaran yang menyebabkan pemain mengalami cidera, baik ringan maupun berat, pemindahan pemain yang cidera dari dalam lapangan ke pinggir lapangan untuk mendapat perawatan, waktu yang dibuang-buang oleh pemain saat bola tidak dalam permainan (biasanya dilakukan oleh tim yang unggul), dan sebab lain yang mempengaruhi jalannya pertandingan sepak bola. Penentuan lamanya masa perpanjangan waktu ditentukan oleh wasit utama, dan diumumkan ke pemain, official tim, dan penonton oleh inspektur pertandingan.

pemain

Permainan sepak bola dimainkan oleh dua tim yang saling berhadapan, dengan masing-masing tim terdiri dari 11 pemain utama termasuk seorang penjaga gawang. Sebelas pemain utama ini biasa disebut dengan nama “starter”. Dafatar nama dari sebelas pemain utama ini dikenal dengan sebutan “starting line up”. Selain sebelas pemain utama, dalam satu tim juga terdapat beberapa pemain cadangan, yang dapat dimainkan pelatih untuk menggantikan pemain inti jika diperlukan.

Jumlah pemain pengganti (pemain cadangan) dalam setiap turnamen biasanya ditentukan oleh asosiasi sepak bola yang menyelnggarakan turnamen tersebut. Namun FIFA dan IFAB membatasi jumlah maksimal pemain pengganti sebanyak enam orang. Pada saat pertandingan sepak bola sedang berlangsung, penggantian hanya boleh dilakukan apabila bola tidak dalam permainan, dan atas seijin wasit. Jumlah maksimal penggantian dalam satu kali pertandingan resmi adalah 3 kali. Pada pertandingan persahabatan penggantian pemain dapat dilakukan lebih dari 3 kali, dengan maksimal 7 kali kecuali jika ada kesepakatan sebelumnya antara kedua tim yang bertanding dan wasit. Pemain yang sudah diganti tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam lapangan sepak bola sebagai pemain pengganti.

Pemain sepak bola terbagi dalam beberapa posisi, sesuai dengan kemampuan dan tugasnya. Selain penjaga gawang, pemain dibagi dalam tiga posisi utama, yaitu pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (penyerang). Masing-masing posisi utama tersebut masih terbagi lagi menjadi beberapa posisi. Untuk pemain belakang, posisi yang dapat ditempati adalah bek tengah, bek sayap, dan sweper. Bek tengah menempati posisi tepat di bagian tengah daerah pertahanan, di depan penjaga gawang. Bek sayap menempati bagian kanan dan kiri daerah pertahanan, sedangkan sweeper menempati posisi diantara bek tengah dan penjaga gawang, dengan tugas menyapu bersih bola dan pemain lawan yang berhasil lolos dari hadangan bek tengah. Namun saat ini posisi sweeper sudah jarang digunakan. Hal ini karena para pelatih lebih suka memasang pemain bertahan yang sejajar, dengan tujuan memungkinkan dilakukannya jebakan offside.

Posisi pemain tengah terbagi atas empat bagian, yaitu gelandang bertahan, gelandang sayap, gelandang tengah, dan gelandang menyerang. Gelandang bertahan adalah pemain tengah yang menempati posisi di depan bek tengah, dengan tugas utama membantu pertahanan. Gelandang tengah merupakan penyeimbang permainan, dengan tugas membantu pertahanan dan penyerangan. Saat ini posisi gelandang tengah dan gelandang bertahan banyak dimainkan oleh satu orang pemain, karena posisi dan fungsinya yang hampir sama. Gelandang sayap menempati posisi di kanan dan kiri lapangan tengah. Mereka biasanya membantu penyerangan dengan memanfaatkan lebar lapangan, dan mengirimkan umpan silang ke daerah pertahanan lawan. Dari umpan silang gelandang sayap ini sering terjadi gol yang cukup menentukan hasil pertandingan.

Pemain yang berposisi gelandang menyerang menempati wilayah bagian depan dari lapangan tengah, dekat dengan posisi pemain penyerang. Fungsi utamanya adalah membantu penyerang dalam upaya membobol gawang lawan. Karena dekatnya posisi gelandang menyerang dengan posisi pemain penyerang, maka pemain ini sering disebut juga sebagai penyerang lubang (tiba-tiba muncul dari celah antara dua pemain penyerang), dan cukup merepotkan pemain bertahan lawan.

Pemain yang paling diwaspadai oleh pemain bertahan lawan adalah pemain yang memiliki posisi sebagai penyerang. Posisi penyerang dalam sebuah tim terbagi atas penyerang tengah dan penyerang sayap. Penyerang tengah adalah pemain yang menusuk daerah pertahanan lawan dari tengah lapangan. Sedangkan penyerang sayap memanfaatkan lebar lapangan dan celah pertahanan lawan dari kanan dan kiri gawang lawan. Biasanya penyerang sayap, selain mencetak gol, merupakan “pembantu” dari penyerang utama dalam melaksanakan tugasnya. Tugas utama dari penyerang adalah memasukkan bola ke dalam lawan. Namun selain itu, penyerang juga dapat membuka pertahanan lawan dan memberi ruang maupun umpan kepada rekannya untuk memasukkan bola lewat ruang yang dibukanya. Hal ini sangat mungkin karena biasanya pemain bertahan terpaku pada pergerakan penyerang, tanpa menyadari munculnya pemain lain yang menerobos masuk ke daerah pertahanannya dan mencetak gol.

Setiap pemain dari sebuah tim yang bertanding diwajibkan untuk mengenakan baju seragam yang sama, dari kaos, celana, hingga kaos kaki. Namun warna kaos yang dikenakan oleh sebuah tim tidak boleh sama dengan warna kaos tim lawan. Kaos yang dipakai oleh masing-masing pemain harus dilengkapi dengan nomor punggung. Pengecualian pemakaian seragam ini hanya diberikan pada penjaga gawang. Warna pakaian penjaga gawang harus berbeda dari pemain lain, agar tidak membingungkan wasit yang memimpin pertandingan dan pemain lain. Kaos seragam yang dikenakan oleh pemain harus memiliki lengan dengan warna yang sama dengan warna kaosnya, dan tidak boleh ada tulisan maupun gambar yang berbau provokasi, SARA, maupun promosi yang berlebihan. Logo atau tulisan yang diperbolehkan terdapat pada pakaian seragam pemain sepak bola adalah logo tim, nomor punggung, dan logo sponsor.

Selain mengenakan seragam, setiap pemain juga diwajibkan untuk mengenakan pelindung tulang kering dan sepatu khusus untuk sepak bola. Pelindung tulang kering berfungsi untuk melindungi tulang kering dari cidera yang fatal akibat benturan dengan pemain lain. Benturan tersebut sangat mungkin terjadi dalam melakukan perebutan bola. Tanpa menggunakan pelindung tulang kering, benturan yang terjadi akan berakibat fatal bagi pemain yang bersangkutan, bahkan dapat mengakibatkan berakhirnya karir pemain tersebut. Pelidung tulang kering yang diakui oleh FIFA terbuat dari bahan karet, plastik, atau bahan sejenis yang kokoh dan mampu menahan benturan. Pelindung tulang kering ini harus tertutup kaos kaki pemain pada saat digunakan.

Selain mengenakan perlengkapan yang sama dengan pemain lain, seorang penjaga gawang juga diharuskan untuk mengenakan sepasang sarung tangan khusus untuk sepak bola. Sarung tangan ini memiliki kemampuan untuk mengurangi efek benturan bola dengan telapak tangan. Selain itu sarung tangan ini juga akan melindungi tangan dan jari penjaga gawang dari cidera saat harus menangkap atau menghalau bola. Selain itu seorang penjaga gawang juga mendapat perlindungan khusus selama ia berada di daerah pinalti. Perlindungan ini ditujukan untuk melindungi penjaga gawang dari benturan yang disegaja atau tidak dengan pemain lawan saat ia sedang menangkap atau memegang bola.

bola

Permainan sepak bola menggunakan bola berbentuk bundar yang terbuat dari bahan kulit atau bahan lain yang sejenis. Bola yang dipakai dalam permainan sepak bola memiliki keliling tidak lebih dari 70 cm (28 inci) dan tidak kurang dari 68 cm (27 inci). Bola yang di pakai alam permainan sepak bola harus memiliki berat yang sesuai dengan ketentuan dari IFAB, yaitu tidak kurang dari 410 gram (14 oz) dan tidak boleh lebih dari 450 gram (16 oz), dengan tekanan 0,6 – 1,1 atmosfer. Jika pada saat permainan berlangsung, bola tidak memenuhi criteria tersebut, maka wasit yang memimpin pertandingan dapat mengganti bola dengan yang baru, yang sesuai dengan ketetapan IFAB dan FIFA.

Pergantian bola yang tidak layak pakai dapat dilakukan baik pada saat permainan sedang berjalan maupun saat permainan terhenti karena lemparan ke dalam, tendangan gawang, tendangan sudut, terjadi pelanggaran, maupun saat kick off. Jika pergantian bola terjadi saat permainan berlangsung, maka permainan kembali dilanjutkan dari posisi bola saat mengalami kerusakan. Yang berhak memutuskan terjadinya pergantian bola hanyalah wasit yang memimpin jalannya pertandingan.

Bola yang dipergunakan dalam permainan sepak bola, terutama dalam turnamen yang diadakan oleh FIFA, harus mendapat persetujuan dari FIFA dan telah melalui pengujian kelayakan. Salah satu tanda bahw bola tersebut sesuai dengan standar yang diwjibkan oleh FIFA dan IFAB adalah dengan adanya salah satu dari tiga logo yang disetujui FIFA. Logo tersebut adalah logo “FIFA APROVED”, logo “FIFA INSPECTED”, dan referensi dari “INTERNATIONAL MATCHBALL STANDARD (IMC)”. Bola yang tidak memiliki salah satu dari logo FIFA tersebut tidak dapat digunakan pada pertandingan resmi yang diadakan oleh badan sepak bola dunia itu.

elemen permainan dalam sepak bola(lapangan)

Lapangan Sepak Bola PDF Print E-mail
Permainan sepak bola dimainkan di atas lapangan berumput. Rumput pada lapangan ini bisa berupa rumput yang tumbuh alami maupun menggunakan rumput buatan. Lapangan sepak bola memiliki bentuk empat persegi panjang. Ukuran lapangan sepak bola bervariasi. Pada umumnya lapangan sepak bola memiliki panjang 90 – 120 meter (100 – 130 yards) dengan lebar 45 – 90 meter (50 – 100 yards). Namun untuk pertandingan internasional, lapangan yang digunakan harus memiliki ukuran panjang 100 – 110 meter (110 – 120 yards) dengan lebar 64 – 75 meter (70 – 80 yards).

Lapangan sepak bola dibatasi dengan garis, untuk membedakan daerah permainan dengan daerah di luar lapangan. Lebar garis yang digunakan tidak boleh lebih dari 12 cm (5 inci). Garis panjang lapangan sepak bola biasa dikenal dengan nama touch lines. Sedangkan garis lebar lapangan dikenal dengan nama goal lines. Selain touch lines dan goal lines, terdapat pula sebuah garis yang membagi panjang lapangan menjadi dua sama besar. Garis ini dinamakan dengan garis tengah lapangan (halfway line) tepat di tengah garis ini terdapat sebuah lingkaran dengan jari-jari 9,15 meter dari titik tengah lapangan. Di dalam lingkaran pada tengah lapangan inilah permainan sepak bola dimulai (kick off).

Pada kedua sisi di bagian goal lines terdapat sebuah gawang dengan ukuran panjang 7,32 meter (8 yards)dengan tinggi 2,44 meter (8 kaki). Tiang dan mistar gawang terbuat dari bahanmetal yang kuat dan tidak berbahaya bagi pemain. Tiang dan mistar gawang ini memiliki tebal 12 cm, dengan bentuk bulat maupun segi delapan dan dicat dengan warna putih. Pada bagian belakanng tiang dan mistar gawang terdapat jaring. Pemasangan jaring ini tidah boleh menganggu pergerakan penjaga gawang maupun pemain lain.

Di depan gawang terdapat satu daerah yang disebut sebagai daerah gawang. Jarak garis daerah gawang ini adalah 5,5 m dari titik tengah gawang. Selain daerah gawang, di depan gawang terdapat pula daerah yang lebih lebar lagi, yang disebut sebagai daerah pinalti. Daerah ini memiliki jarak 16,5 meter dari titik tengah gawang, dengan garis tambahan setengah lingkaran pada bagian depannya. Pada daerah pinalti terdapat titik putih yang berjarak 11 meter dari titik tengah gawang. Titik putih ini dikenal dengan nama titik pinalti, dan ada juga yang menyebutnya sebagai titik 11 meter, karena jaraknya sebelas meter dari gawang. Pelanggaran yang dilakukan pemain bertahan pada daerah pinalti akan mengakibatkan diberikannya tendangan langsung dari titik 11 meter ini, yang dikenal dengan nama tendangan pinalti. Pada daerah pinalti inilah penjaga gawang dapat menggunakan tangannya untuk menangkap bola. Namun jika penjaga gawang berada di luar daerah pinalti, ia tidak diperkenankan untuk menggunakan tangan, yang jika dilanggar akan menimbulkan tendangan bebas untuk tim lawan.

Sebagai tanda pembatas lapangan, biasanya terdapat tiang dengan bendera di atasnya. Panjang tiang ini tidak boleh lebih dari 1,5 meter. Tiang ini terdapat pada empat sudut lapangan bola. Ada juga tiang yang terpasang sejajar dengan garis tengah lapangan, namun pemasangan tiang ini harus berjarak minimal 1 meter dari garis samping, dan pemasangan tiang ini juga tidak wajib. Tiang yang dipasang pada tiap sudut lapangan memiliki dua fungsi utama. Selain sebagai alat penunjuk batas lapangan, tiang bendera ini juga digunakan untuk menentukan apakan bola tersebut keluar melalui garis gawang atau garis samping. Selain tiang bendera, pada tiap sudut lapangan sepak bola terdapat bentuk sepermpat lingkaran yang berukuran 1 meter dari titik sudut lapangan. Garis lengkung seperempat lingkaran ini digunakan sebagai batas untuk melakukan tendangan sudut. Pada saat melakukan tendangan sudut, bola tidak boleh keluar dari garis seperempat lingkaran ini.

Di depan bench masing-masing tim terdapat sebuah area yang dikenal dengan nama daerah teknik (technical area). Daerah teknik ini dibatasi dengan garis yang berjarak 1 meter dari garis samping lapangan sepak bola. Pada area teknik inilah pelatih atau oficial tim yang berwenang diperbolehkan memberikan instruksi kepada pemainnya selama pertandingan berlangsung. Pada saat memberikan instruksi, pelatih atau oficial tim tidak boleh melewati garis batas. Jika pelatih melewati garis batas, maka yang bersangkutan akan mendapat peringatan dari official pertandingan, dan bahkan dapat diusir oleh wasit. Pada saat yang bersamaan hanya boleh satu orang official tim yang diperkenankan memberikan instruksi pada pemainnya.

Hampir di setiap stadion tempat berlangsungnya pertandingan bola, kita dapat melihat adanya papan iklan dari sponsor pertandingan atau tim tersebut. Papan reklame ini terletak dipinggir lapangan. Jarak papan reklame dari garis tepi lapangan sepak bola minimal 1 meter. Hal ini ditujukan agar pergerakan pemain tidak terganggu dengan papan reklame yang ada.