Senin, 09 Maret 2009

teknik permainan(strategi)

Pemainan sepak bola adalah sebuah permainan yang mengandalkan kerja sama tim untuk meraih kemenangan. Selain kemampuan individu, kerjasama dan strategi yang diterapkan dalam permainan sepak bola memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap hasil pertandingan. Setiap tim memiliki strategi masing-masing untuk memenangkan pertandingan sepak bola.

Strategi permainan biasanya ditentukan oleh pelatih masing-masing tim sebelum permainan dimulai. Pelatih akan menentukan strategi apa yang sesuai untuk dimainkan menghadapi calon lawannya, dengan menganalisa kelebihan dan kelemahan tim lawan. Strategi tersebut diantaranya adalah formasi tim, pemain yang diturunkan dalam pertandingan, taktik yang akan dipakai dalam permainan, serta siapa saja pemain yang akan bertindak sebagai kapten tim, pengambil tendangan bebas, tendangan sudut, dan tendangan pinalti.

* Formasi Tim

Satu tim sepak bola terdiri dari sebelas pemain termasuk penjaga gawang. Untuk mengatur posisi pemain, kecuali penjaga gawang, diperlukan suatu skema permainan, sehingga pemain tidak menumpuk pada satu posisi saja. Hal ini mutlak perlu, karena dalam sepak bola terdapat tiga posisi pemain yang harus diisi. Ketiga posisi tersebut adalah pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (penyerang).

Skema posisi pemain yang bermain dalam pertandingan sepak bola ini biasa disebut dengan nama formasi tim. Dalam sepak bola terdapat bermacam macam formasi yang biasa diterapkan oleh setiap pelatih. Penggunaan formasi ini disesuaikan dengan kondisi tim secara menyeluruh dan lawan yang akan dihadapi. Biasanya setiap tim memiliki satu atau dua formasi utama yang sesuai dengan kemampuan pemain dalam tim tersebut, dan merupakan formasi yang dinilai paling baik bagi tim.

Formasi yang digunakan oleh pelatih dalam permainan sepak bola cukup beragam. Masing-masing formasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara umum, formasi yang digunakan dalam permainan sepak bola terdiri dari formasi standar 4-4-2 (4 pemain bertahan – 4 pemain tengah – 2 pemain depan), 3-5-2, 4-3-3, 3-4-3, 4-5-1, 5-3-2, dan 3-6-1. Masing masing formasi tersebut memiliki formasi turunan, yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan tim.

Dari bentuk formasi yang digunakan oleh sebuah tim sepak bola, kita dapat memperkirakan tipe permainan yang akan diterapkan oleh tim tersebut. Tipe permainan yang dapat diterapkan oleh sebuah tim sepak bola berdasarkan formasi yang digunakan diantaranya adalah tipe permainan menyerang dan tipe permainan bertahan. Khusus untuk formasi 4-4-2, tim yang menggunakan formasi ini biasanya menekankan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

* Susunan Pemain

Selain menentukan formasi yang akan diterapkan oleh timnya dalam permainan, pelatih juga akan menentukan siapa saja pemain yang akan diturunkan pada pertandingan tersebut. Penentuan pemain yang akan diturunkan pelatih tersebut biasanya didasarkan kepada performa pemain tersebut, kemampuan individu, kondisi dan mental pemain, serta kebutuhan tim secara keseluruhan.

Susunan pemain yang ditetapkan oleh pelatih dalam pertandingan sepak bola yang akan dihadapinya terdiri dari 11 pemain utama (starter) dan 5 hingga 7 pemain cadangan, salah satunya penjaga gawang. Susunan pemain yang diturunkan oleh pelatih tersebut biasa disebut dengan starting line up.

Posisi dan kemampuan masing-masing pemain yang diturunkan oleh pelatih disesuaikan dengan formasi yang digunakan. Sebagai contoh jika pelatih menggunakan pola permainan 4-4-2, maka pelatih akan menurunkan 4 orang pemain dengan tipe permainan bertahan, 4 orang pemain tengah, dan 2 orang pemain yang memiliki kemampuan menyerang cukup baik.

Pada saat pertandingan sepak bola sedang berlangsung, pelatih dapat merubah formasi timnya serta mengganti pemain yang dianggapnya tidak maksimal, cidera atau faktor lain. Pergantian pemain dalam pertandingan resmi hanya boleh dilakukan sebanyak 3 kali.

* Taktik dan strategi

Masing-masing pelatih memiliki taktik sendiri-sendiri dalam menghadapi pertandingan sepak bola. Ada pelatih yang senang menggunakan taktik menyerang secara frontal, ada juga pelatih yang menginginkan timnya bermain aman, dan bertahan, dengan sekali-kali melakukan serangan balik.

Serangan yang dilakukan oleh sebuah tim juga bermacam-macam. Ada tim yang mengandalkan serangan langsung melalui bagian tengah lapangan, ada tim yang menyerang dengan melakukan umpan-umpan pendek dan cepat dengan sesekali mengirim umpan panjang, ada juga yang memanfaatkan lebar lapangan untuk melakukan penyerangan, dan ada juga tim yang langsung mengirim bola dari belakang ke depan, tanpa melalui pemain tengah. Sistim permainan menyerang yang cukup terkenal adalah “total football” yang diperagakan oleh tim Belanda, serta “kick and rush” yang banyak digunakan oleh tim-tim dari daratan Inggris.

Dalam bertahan, setiap tim juga memiliki pola permainan tersendiri. Pelatih dapat menginstruksikan pemain bertahan untuk melakukan penjagaan daerahnya, untuk mengawal pemain lawan yang memasuki wilayah pertahanannya. Selain penjagaan wilayah, seorang pemain bertahan juga dapat diminta untuk menjaga satu orang pemain lawan yang dianggap berbahaya (biasanya penyerang). Hal ini akan menghambat pergerakan pemain tersebut, sehingga tidak leluasa untuk menciptakan peluang. Selain itu ada lagi sistim pertahanan dalam sepak bola yang cukup efektif, namun perlu koordinasi yang baik. Sistim yang dimaksud adalah perangkap offside. Perangkap offside ini memerlukan koordinasi yang baik antar pemain bertahan supaya dapat berfungsi dengan baik. Banyak kejadian dimana penyerang lawan terperangkap offside pada saat menerima umpan dari rekannya. Namun tidak sedikit pula perangkap offside yang gagal karena kurangnya koordinasi antar pemain belakang. Jika hal ini terjadi, maka sangat besar kemungkinan tim lawan akan mencetak gol, karena pemain tersebut hanya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

Selain menentukan sistim permainan yang akan diterapkan oleh timnya, seorang pelatih juga akan menunjuk beberapa pemain untuk tugas-tugas khusus. Pelatih akan menunjuk seorang pemainnya untuk berperan sebagai kapten tim. Pemain yang ditunjuk sebagai kapten biasanya pemain yang cukup berpengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar pada rekan-rekannya.

Selain menunjuk seorang pemain sebagai kapten, pelatih juga akan menentukan siapa pemain yang akan mengambil tendangan bebas langsung, tendangan sudut, dan algojo pinalti. Pemain yang ditunjuk untuk melakukan tendangan bebas langsung haruslah pemain yang memiliki akurasi dan kekuatan tendangan yang cukup baik. Banyak gol yang tercipta dari tendangan bebas langsung ini, yang dilakukan oleh pemain dengan akurasi tendangan yang baik. Untuk pengambil tendangan sudut, pelatih akan menunjuk pemain yang memiliki akurasi operan sangat baik, karena peluang terjadinya gol dari tendangan sudut juga cukup tinggi, terlebih jika tim tersebut memiliki penyerang dengan tinggi ideal dan kemampuan menyambut bola atas dengan baik.

Setiap pemain dapat mencetak gol dari titik pinalti. Namun pada saat melakukan tendangan dari titik sebelas meter ini, mental pemain sangat berperan. Karena itu pelatih akan menunjuk pemain yang memiliki teknik dan akurasi tendangan yang baik, serta mental yang kuat sebagai pemain yang menjadi algojo titik pinalti.

teknik permainan(teknik individu)

Teknik individu dari setiap pemain ini harus dimilii oleh setiap pemain sepak bola. teknik individu ini terdiri dari beberapa hal, seperti menendang bola, mengumpan bola, melakukan sundulan, mencetak gol, menggiring bola, dan lain-lain.

* Menendang bola

Teknik paling dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepak bola adalah menendang bola. seorang pemain sepak bola setidaknya harus bisa menendang bola dengan baik. Hal ini merupakan kemampuan yang sangat dasar, mengingat pemain sepak bola menggunakan kakinya untuk mnendang bola, baik itu ditujukan untuk memberikan operan ke rekan satu tim, mencetak gol ke gawang lawan, maupun untuk membuang bola yang membahayakan gawang timnya.

Untuk menendang bola biasanya pemain menggunakan kakinya yang paling kuat, baik itu kaki kanan maupun kaki kiri. Namum ada juga pemain yang dapat menendang bola sama baiknya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya. Sedangkan bagian yang bersentuhan dengan bola pada saat melakukan tendangan bervariasi. Ada pemain yang menendang menggunakan punggung kakinya, menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan ada juga pemain yang menendang bola dengan kaki bagian luar. Bahkan pada waktu tertentu ada pemain yang menggunakan tumitnya untuk melakukan operan bola. Bagian manapun dari kaki yang digunakan untuk menendang bola biasanya disesuaikan dengan tujuan dari pemain tersebut, apakah akan melakukan operan menyusur tanah, operan lambung, atau untuk menendang bola dengan keras.

* Mengumpan bola

Sebagai permainan tim, sepak bola mengharuskan para pemainnya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan rekan satu tim. Dalam hal ini, melakukan umpan ke rekan satu tim merupakan hal yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola. hal ini ditujukan supaya penerima bola tidak kesulitan dalam menerima operan, dan yang paling fatal adalah tidak terjadi salah umpan sehingga bola dikuasai oleh pemain lawan dan membahayakan gawang sendiri.

Operan dalam sepak bola terdiri dari berbagai bentuk, dengan berbagai tujuan. Bentuk operan dalam sepak bola dapat berupa operan datar, umpan lambung, unpan panjang dan pendek, umpang silang (atau dikenal dengan crossing), dan juga umpan terobosan. Umpan yang dilakukan dapat menggunakan kepala (heading) maupun dengan kaki. Tujuan umpan itu sendiri ada yang digunakan untuk memulai penyerangan, memberikan peluang mencetak gol pada penyerang, mengamankan daerah pertahanan, bahkan dapat juga digunakan untuk mengecoh pemain lawan.

* Menyundul bola

Selain menggunakan kaki, pemain bola juga sering menggunakan kepalanya untuk mengumpan maupun memasukkan bola ke alam gawang lawan. Bola yang melayang di udara menjadi “makanan” bagi kepala untuk mengarahkannya ke rekan satu tim atau ke dalam gawang lawan. Memindahkan bola dengan kepala inilah yang disebut dengan menyundul bola.

Menyundul bola dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan melompat menyamput datangnya bola. selain dengan melompat ke atas, ada juga pemain yang menyundul bola sambil menjatuhkan badan. Hal ini dilakukan apabila bola yang datang melayang tidak begitu tinggi dari tanah. Cara ini sering mengecoh pemain bertahan dan penjaga gawang lawan, karena biasanya bola yang melayang tidak begitu tinggi dari tanah akan disambut dengan kaki, bukan dengan kepala.

* Mencetak gol

Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan, atau mencetak gol, untuk memenangkan pertandingan. Berbagai cara dilakukan oleh pemain untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Dalam upayanya mencetak gol bagi timnya, pemain harus melewati hadangan pemain bertahan dan penjaga gawang lawan. Semakin baik koordinasi pemain bertahan dan semakin tangguh penjaga gawang lawan, maka akan semakin sulit untuk dilewati dan mencetak gol. Kerja sama antar pemain mutlak diperlukan untuk mengecoh pemain bertahan dan menundukkan penjaga gawang lawan.

Dalam mencetak gol, pemain dapat melakukannya dengan berbagai macam cara. Mencetak gol dapat dilakukan dengan sundulan kepala maupun tendangan keras ke arah gawang lawan. Pemain dapat mencetak gol dari dalam daerah pinalti maupun dari luar kotak pinalti. Bahkan pemain juga dapat mencetak gol melalui tendangan bebas langsung, meskipun harus berhadapan dengan “pagar hidup” pemain lawan.

* Menggiring bola

Salah satu teknik yang cukup penting bagi pemain sepak bola adalah bagaimana dia mampu mengontrol bola dan membawanya menuju ke daerah lawan untuk kemudian diumpna ke rekan satu tim maupun dilesakkan langsung ke gawang lawan. Kemampuan ini dikenal dengan teknik menggiring bola. menggiring bola dilakukan pemain untuk mengecoh pemain lawan yang menjaganya dan akan merebut bola yang dikuasainya.

Menggiring bola dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bagian kaki yang bersentuhan dengan bola saat pemain menggirirng bola pun bervariasi. Pemain dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki untuk menggiring bola. penggunaan bagian dari kaki tersebut dalam menggiring bola disesuaikan dengan kebutuhan pemain.

Untuk pemain yang menggunakan kaki kanan, dia akan menggunakan kaki bagian dalam untuk mengecoh lawan yang berada di sebelah kanannya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan untuk mengecoh lawan yang mencoba menghadang dan merebut bola dari sebelah kirinya. Hal tersebut bertolak belakang dengan pemain yang menggunakan kaki kiri (pemain kidal). Pemain kidal akan menggunakan kaki bagian dalam saat menggiring bola untuk mengecoh lawan yang menghadang di sebelah kirinya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan pemain kidal untuk melewati lawan yang coba merebut bola dari sebelah kanannya.

Menggiirng bola dengan menggunakan punggung kaki digunakan oleh semua pemain, baik itu pemain kidal maupun tidak, untuk menggiring bola dengan cepat ke arah depan. Hal ini karena menggirig bola dengan punggung kaki akan menyebabkan laju bola cukup jauh di depan pemain. Tentunya menggiring bola dengan punggung kaki akan efektif jika tidak ada pemain yang mencoba menghadang dan merebut bola dari arah depan, karena control bola akan cukup sulit dilakukan untuk menghindarinya.

* Menerima operan

Umpan adalah salah satu hal penting dalam sepak bola. Hampir setiap saat kita dapat melihat pemain sepak bola memberi dan menerima umpan. Umpan yang baik adalah umpan yang akurat, baik itu arah dan kecepatannya, sehingga penerima umpan akan dapat menerima dan mengontrol bola dengan baik.

Untuk menerima umpan dari rekan satu tim, pemain dapat menggunakan hampir semua bagian tubuhnya kecuali tangan. Untuk umpan ke arah penjaga gawang (back pass), penjaga gawang hanya diperbolehkan menerima umpan dengan tangan di kotak pinalti jika bola tersebut diumpan tidak dengan kaki. Namun jika bola diumpan ke penjaga gawang dengan kaki, maka penjaga gawang tidak boleh menerima bola dengan tangan, meskipun ia berada di dalam kotak pinalti. Jika itu dilanggar, maka tim lawan akan mendapat hadiah tendangan bebas tidak langsung dimana penjaga gawang tersebut melakukan kesalahan.

Pemain yang menerima umpan dapat menggunakan badan, kepala, atau kakinya untuk menerima dan mengarahkan bola ke daerah yang dikehendakinya. Biasanya umpan tersebut akan diarahkan ke daerah yang kosong, untuk kemudian dikontrol oleh penerima umpan. Bola yang sudah diterima dapat diumpan kembali ke pemain lain yang lebih bebas, digiring menuju daerah lawan, atau dilesakkan ke gawang lawan untuk mencetak gol.

* Merebut bola dari lawan

Pemain selain menguasai teknik dasar sepak bola, seperti menendang bola, mengumpan bola, menggiring bola, melakukan sundulan bola, dan mencetak gol, juga harus dapat merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Hal ini ditujukan untuk mencegah lawan mencetak gol, dan membangun serangan untuk mencetak gol ke gawang lawan.

Ada banyak cara yang digunakan pemain untuk merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Satu atau dua pemain, atau bahkan lebih, dapat menempel lawan yang menguasai bola dengan ketat sehingga lawan kehilangan ruang dan kesempatan untuk mengumpan atau menendang bola, untuk kemudian mencuri bola dari kaki lawan. Meskipun cara ini terlihat cukup efektif, namun mengurung pemain lawan yang menguasai bola akan membuka ruang bagi pemain lain yang tidak terkawal.

Cara lain yang sering dilakukan oleh pemain untuk merebut bola dari kaki lawan adalah dengan melakukan tackling. Tackle ini biasa dilakukan oleh pemain bertahan maupun pemain tengah untuk menghentikan laju bola yang dibawa oleh pemain lawan. Tackle dilakukan dengan cara mengait atau menjauhkan bola dari lawan dengan menggunakan kaki sambil menjatuhkan badan. Sasaran tackle adalah bola, dan bukan kaki lawan. Jika tackle yang dilakukan pemain mengenai kaki lawan, bukan bola, maka pemain yang bersangkutan akan dinyatakan melakukan pelanggaran, dan dapat dikenai kartu kuning oleh wasit. Bahkan dalam kasus tertentu, tackle yang berpotensi membahayakan lawan, dapat dikenai kartu merah.

Selain mencuri bola dari kaki lawan dan melakukan tackling, ada cara lain untuk merebut bola dari kaki penguasaan lawan. Cara yang dimaksud adalah dengan melakukan intercept, atau memotong laju bola yang diumpan ke lawan. Intercept dapat dilakukan baik itu untuk umpan datar maupun umpan lambung. Dengan melakukan intercept, maka serangan balik ke arah pertahanan lawan dapat dengan cepat dilakukan, sebelum koordinasi pemain lawan terjalin dengan baik. Banyak gol yang tercipta dari intercept yang dilanjutkan dengan serangan balik ini. Salah satu hal yang mendukung adalah tim harus memiliki pemain yang mempunyai kemampuan lari cukup cepat, serta umpan yang terukur, sehingga pemain lawan akan kewalahan.

asian cup

Asian Cup PDF Print E-mail

asiancup.jpgPiala Asia merupakan turnamen sepak bola antar negara yang diadakan di benua Asia. Negara yang berhak untuk mengikuti turnamen ini harus menjadi anggota AFC. Piala Asia dilaksanakan setiap empat tahun sekali, di negara yang ditunjuk sebagai tuan rumah oleh AFC. Piala Asia ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 1956, dengan Hong Kong sebagai tuan rumah. Negara yang menjadi juara untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Piala Asia adalah Korea Selatan.


Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Asia, negara yang menjadi juara hanyalah negara-negara dari Asia Timur dan Asia Barat. Dominasi negara-negara pada kedua wilayah ini menunjukkan bahwa perkembangan sepak bola dikawasan Asia lain masih jauh di bawah harapan. Peraih gelar juara Asia paling banyak dipegang oleh 3 negara, yaitu Arab Saudi, Iran, dan Jepang. Masing-masing dari ketiga negara ini berhasil meraih gelar juara Asia sebanyak tiga kali. Sedangkan Korea Selatan berhasil menjadi juara Asia dua kali. Negara lain yang mampu menjadi juara pada penyelenggaraan Piala Asia adalah Israel (sebelum bergabung ke UEFA), Kuwait, dan terakhir Iraq.


Pemain yang berhasil menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang perhelatan Piala Asia adalah pemain Iran, Ali Daei. Pemain Iran ini berhasil menyarangkan 14 gol keg gawang lawan sepanjang karirnya di Piala Asia. Sementara itu pemain Korea Selatan, Lee Dong-Gook menempati urutan kedua pencetak gol terbanyak sepanjang masa dengan total 10 gol. Sedangkan rekor pencetak gol terbanyak untuk satu kali penyelenggaraan Piala Dunia dipegang oleh Behtash Fariba dari Iran dan Choi Soon-Ho dari Korea Selatan. Mereka berhasil mencetak 9 gol dalam penyelenggaraan Piala Asia tahun 1980.

golden cup

Gold Cup PDF Print E-mail

CONCACAF Gold Cup, atau Piala Emas CONCACAF, adalah kejuaraan sepak bola antar negara yang diselenggarakan di Amerika Utara, Tengah, dan kepulauan Karibia. Salah satu yang menarik dan beda dengan kompetisi di zona lain, kejuaraan ini melibatkan negara dari zona sepak bola lain sebagai peserta undangan.

goldcup.jpgPada awalnya, kejuaraan antar negara anggota CONCACAF ini diberi nama CONCACAF Championship. CONCACAF Championship pertama kali diselenggarakan pada tahun 1953, dengan tuan rumah El Salvador. Sejak penyelenggaraan pertama kali tersebut, CONCACAF Championship diselenggarakan setiap 2 tahun sekali.

Pada tahun 1991 CONCACAF merupah nama kejuaraan ini menjadi CONCACAF Gold Cup. Negara yang pertama kali menggelar turnamen Piala Emas CONCACAF ini adalah Amerika Serikat. Sejak tahun 1996, CONCACAF mengundang negara diluar Zona CONCACAF untuk berpartisipasi dalam CONCAACAF Gold Cup. Brasil merupakan negara pertama yang diundang ke kejuaraan ini.

Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Emas CONCACAF (termasuk saat masih bernama CONCACAF Championship), Meksiko merupakan negara yang paling sukses. Meksiko berhasil menjadi juara sebanyak tujuh kali, tiga ketika masih bernama CONCACAF Championship. Sedangkan Amerika Serikat menjadi kekuatan baru dengan menjuarai Piala Emas CONCACAF sebanyak empat kali.

gold-cup.jpgPenyelenggaraan Piala Emas CONCACAF pada saat masih bernama CONCACAF Championship dilakukan pada negara-negara yang berbeda. Tercatat ada 8 negara pernah ditunjuk sebagai tuan rumah pada penyelenggaraan CONCACAF Championship dari tahun 1963 hingga 1989. namun semenjak kejuaraan ini beruba nama menjadi Piala Emas CONCACAF, hanya dua negara yang pernah menjadi tuan rumah. Amerika Serikat merupakan negara yang selalu menjadi tuan rumah Piala Emas CONCACAF. Sedangkan Meksiko dua kali bertindak sebagai tuan rumah bersama dengan Amerika Serikat, pada penyelenggaraan Piala Emas tahun 1993 dan 2003.

Berikut ini adalah daftar lengkap negara yang menjadi tuan rumah dalam perhelatan Piala Emas CONCACAF, termasuk negara yang menjadi juara dan runner up pada setiap Piala Emas CONCACAF:

CONCACAF Championship
Tahun Tuan Rumah Juara

Runner-Up

1963El SalvadorCosta Rica El Salvador
1965Guatemala Meksiko Guatemala
1967 Honduras Guatemala Meksiko
1969 Costa Rica Costa Rica Guatemala
1971 Trinidad and Tobago Meksiko Haiti
1973 Haiti Haiti Trinidad and Tobago
1977 Meksiko Meksiko Haiti
1981 Honduras Honduras El Salvador
1985 No Host Kanada Honduras
1989 No Host Costa Rica Amerika Serikat

CONCACAF GOLD CUP

Tahun Tuan Rumah Final
Juara Runner-Up Skor
1991 Amerika Serikat Amerika Serikat Honduras 0 - 0; 4 - 3 (adu pinalti)
1993 Amerika Serikat-Meksiko Meksiko Amerika Serikat 4 - 0
1996 Amerika Serikat Meksiko Brasil 2 - 0
1998 Amerika Serikat Meksiko Amerika Serikat 1 - 0
2000 Amerika Serikat Kanada Kolombia 2 - 0
2002 Amerika Serikat Amerika Serikat Costa Rica 2 - 0
2003 Amerika Serikat-Meksiko Meksiko Brasil 1 - 0 (Sudden Death)
2005 Amerika Serikat Amerika Serikat Panama 0 - 0; 3 - 1(adu Pinalti)
2007 Amerika Serikat Amerika Serikat Meksiko 2 - 1

pagelaran bergengsi sepak bola(euro)

EURO (Piala Eropa) PDF Print E-mail
Euro 2008 Logo and TrophyPiala Eropa, atau yang lebih dikenal dengan nama UEFA EURO, merupakan salah satu kompetisi sepak bola antar negara terbesar di dunia. Kompetisi UERO ini mempertemukan seluruh negara anggota EUFA. Penyelanggaraan UEFA EURO selalu dinanti oleh masyarakat sepak bola dunia, mengingat Eropa merupakan salah satu kiblat sepak bola, dengan kompetisi yang cukup ketat.

Piala Eropa diselenggarakan oleh UEFA setiap 4 tahun sekali. Tempat yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan putaran final Piala Eropa ditentukan oleh UEFA palig tidak 6 tahun sebelum putaran final tersebut dilaksanakan. Sepanjang sejarah perhelatan Piala Eropa, Jerman merupakan negara yang paling sukses. Jerman berhasil merajai sepak bola Eropa sebanyak tiga kali, 2 kali saat masih bernama Jerman Barat pada tahun 1972 dan 1980, dan sekali setelah bersatu dengan Jerman Timur, dibawah bendera Jerman pada tahun 1996. Penyelenggaraan putaran final Piala Eropa dilaksanakan 2 tahun sebelum atau sesudah putaran final Piala Dunia.

Piala ini memperebutkan sebuah piala yang deberi nama Piala Henry Delaunay. Pemberian nama ini dilakukan untuk menghormati Henry Delaunay, presiden FFF (Federasi Sepak bola Perancis) yang telah mencetuskan ide untuk mengadakan kejuaraan antar negara-negara di Eropa. Ide tersebut dicetuskan oleh Henry Delaunay pada tahun 1927.

Piala Eropa yang pertama kali diadakan pada tahun 1960, dengan Perancis sebagai tuan rumah. Kualifikasi menuju Piala Eropa di Perancis ini diikuti oleh 17 negara, namun hanya empat negara yang berhasil lolos ke putaran final. Pada putaran final tersebut Uni Soviet berhasil menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kalinya, setelah mengkandaskan perlawanan Yugoslavia dengan skor 2 - 1. sedangkan tempat ketiga ditempati oleh Cekoslowakia, yang menundukkan tuan rumah Perancis dengan skor akhir 2 – 0.

Format Pertandingan Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa terbagi menjadi dua babak, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa. Babak kualifikasi untuk memperebutkan tempat di putaran final Piala Eropa perlu diadakan karena negara Eropa yang menjadi anggota UEFA cukup banyak, dengan masing-masing berambisi untuk turut serta dalam putaran final Piala Eropa. Format yang digunakan pada babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa berbeda-beda.

* Kualifikasi Piala Eropa

Perhelatan Piala Eropa diikuti oleh semua anggota UEFA. Banyak negara yang telah menjadi anggota UEFA ingin berpartisipasi dalam putaran final Piala Eropa. Namun tidak semua negara dapat tertampung dalam putaran final Piala Eropa, karena jumlah negara yang berhak mengikuti putaran final Piala Eropa hanya 16 negara (sejak tahun 1980 hingga sekarang) termasuk tuan rumah. Untuk menentukan negara mana saja yang berhak masuk ke putaran final Piala Eropa, maka UEFA memutuskan untuk mengadakan pertandingan kualifikasi Piala Eropa.

Semua negara anggota UEFA (kecuali tuan rumah, yang otomatis lolos ke putaran final) berhak dan wajib untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa. Kualifikasi Piala Eropa terbagi dalam beberapa grup dengan sistim kandang dan tandang (sistim kompetisi penuh). Kuealifikasi Piala Eropa ini mulai diadakan setelah berakhirnya putaran final Piala Dunia, atau dua tahun sebelum perhelatan putaran final Piala Eropa dilansungkan.

Kualifikasi Piala Eropa memperebutkan sisa tempat yang ada di putaran final Piala Eropa. Untuk Piala Eropa tahun 2008 (UERO 2008), sisa tempat yang diperebutkan berjumlah 14 negara, karena UEFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Eropa 2008, yaitu Austria dan Swiss. Untuk memperebutkan jatah tiket yang tersisa, UEFA membagi kualifikasi Piala Eropa 2008 menjadi 7 grup. Negara-negara yang menjadi juara dan runner up pada masing-masing grup berhak untuk mengikuti putaran final Piala Eropa.

Penentuan siapa yang menjadi juara dan runner up dari masing-masing grup, yang lolos ke putaran final Piala Eropa, dilakukan dengan menghitung jumlah total poin yang diperoleh oleh negara dalam grup tersebut. Namun jika ada negara yang memiliki nilai yang sama, maka penentuan juara dan runner up dilakukan dengan beberapa kriteria yang dihitung atas pertemuan dari negara-negara yang memiliki nilai sama, yaitu:

* Hasil pertemuan negara-negara yang memiliki nilai sama, kandang dan tandang.
* Selisih gol yang dimiliki oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dimasukkan oleh negara-negara tersebut.
* Jumlah gol yang dicetak pada pertandingan tandang masing-masing negara tersebut.

* Putaran Final Piala Eropa

Putaran final Piala Eropa dilaksanakan di negara yang telah ditunjuk UEFA sebagai tuan rumah. Format yang dugunakan pada putaran Final Piala Eropa bebebeda dengan Format yang digunakan pada putaran final Piala Eropa terdiri dari dua bagian, yaitu babak penyisihan grup dan babak knock out.

Pada babak penyisihan grup, negara yang telah berhasil masuk ke dalam putaran final Piala Eropa, termasuk tuan rumah, dibagi dalam 4 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian negara ke dalam grup dilakukan dengan melakukan undian. Tuan rumah beserta negara yang menjadi juara bertahan dan negara dengan peringkat UEFA terbaik ditempatkan pada satu pot terpisah. Sedangkan negara lain terbagi dalam tiga pot lain. Masing-masing pot berisi 4 negara.

Babak penyisihan grup menggunakan firmat setengah kompetisi, dimana masing-masing negara akan bertanding melawan negara yang berada dalam satu grup. Babak penyisihan grup ini dilakukan untuk memutuskan negara mana yang berhak maju ke babak knock out. Hanya juara dan runner up grup yang memilii kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Penentuan negara mana yang menjadi juara dan runner up ditentukan dengan total point yang diperoleh oleh masing-masing negara.

Negara yang lolos ke babak knock out akan bertemu dengan negara lain dari grup yang berbeda. Pertemuan dua negara yang terjadi pada babak knock out dilakukan dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain, dan runner up grup akan bertemu dengan juara grup lain. Negara yang berhasil memeanngkan pertandingan berhak maju ke babak selanjutnya. penentuan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya dilakukan dalam pertandingan yang berlangsung. Jika hingga waktu normal pertandingan berakhir seri, maka akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika belum ada negara yang memenangkan pertandingan, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan adu tendangan pinalti.

Statistik Piala Eropa

Sejak pertama kali penyelenggaraan Piala Eropa pada tahun 1960, Piala Eropa telah diselenggarakan 13 kali (hingga UERO 2008). Sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa tersebut, Jerman merupakan negara yang paling banyak merauh gelar juara, sebanyak 3 kali. Perancis membuntuti Jerman dengan meraih titel Juara Eropa dua kali. Selain itu, masih ada catatan statistik lain yang berkaitan dengan perhelatan Piala Eropa, yaitu:

* Tuan rumah Piala Eropa

Negara yang pertama kali menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa adalah Perancis, pada tahun 1960. Setelah itu, putaran final diselenggarakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda-beda. Pada penyelenggaraan putaran final Piala Eropa 2000, UEFA membuat sejarah dengan menunjuk dua negara sebagai tuan rumah bersama. Kedua negara tersebut adalah Belgia dan Belanda.

Daftar lengkap negara yang menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa, termasuk partai final, adalah:
Tahun
Tuan RumahJuara
Runner upSkor
1960 Perancis Uni Soviet Yugoslavia 2 – 1
1964 Spanyol Spanyol Uni Soviet 2 – 1
1968 Italia Italia Yugoslavia 1 – 1; 2 – 0
1972 Belgia Jerman Barat Uni Soviet 3 – 0
1976 Yugoslavia Cekoslowakia Jerman Barat 2 – 2; 5 – 3 (adu pinalti)
1980 Italia Jerman Barat Belgia 2 – 1
1984 Perancis Perancis Spanyol 2 – 0
1988 Jerman Barat Belanda Uni Soviet 2 – 0
1992 Swedia Denmark Jerman 2 – 0
1996 Inggris Jerman Republik Ceko 2 – 1 (Golden Goal)
2000 Belgia

Belanda
Perancis Italia 2 – 1 (Golden Goal)
2004 Portugal Yunani Portugal 1 – 0
2008 Austria

Swiss
Spanyol Jerman 1 - 0
2012 Polandia

Ukraina



* Juara Piala Eropa

Diantara puluhan negara yang menjadi anggota UEFA, namun sangat sedikit negara yang pernah merasakan manisnya menjadi juara Piala Eropa. Sepanjang penyelenggaraan kejuaraan Piala Eropa, hanya 9 negara yang pernah menrengkuh tropi Henry Delaunay. Bahkan hanya ada dua negara yang berhasil memboyong Piala Eropa lebih dari sekali, yaitu Jerman dengan tiga gelar dan Perancis yang memenangkannya dua kali.

Berikut adalah daftar lengkap negara-negara yang menjadi juara Piala Eropa sejak tahun 1960:

* Jerman; merupakan negara paling sukses sepanjang perhelatan Piala Eropa. Jerman berhasil menjadi juara Piala Eropa tiga kali, yaitu pada tahun 1972, 1980 (dengan bendera Jerman barat), dan terakhir tahun 1996 setelah mengalahkan pendatang baru Republik Ceko lewat Gol Emas Oliver Bierhof.

* Perancis, berhasil menjadi juara Piala Eropa 2 kali, pada tahun 1984 dan 2000. anggota tim Perancis yang berhasil memenangkan Piala Eropa pada tahun 2000 sering disebut sebagai “generasi emas” Perancis, karena pada saat yang bersamaan negara Perancis merupakan juara bertahan Piala Dunia, yang diboyong pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah Piala Dunia.

* Rusia, merupakan negara pertama yang mengangkat tropi Henry Delaunay, pada penyelenggaraan Piala Eropa untuk pertama kalinya pada tahun 1960. rusia memenangkan Piala Eropa tersebut dengan bendera Uni Soviet.

* Italia, Belanda, Denmark, dan Yunani berhasil menjadi kampiun Eropa masing-masing satu kali. Denmark dan Yunani merupakan negara yang memberikan kejutan saat berhasil meraih tropi Piala Eropa. Denmark berhasil menjadi juara ketika ditunjuk menggantikan Yugoslavia sebagai peserta putaran final Piala Eropa, pada perhelatan UERO 1992. Sedangkan Yunani membalikkan semua prediksi pengamat sepak bola dengan menjuarai UERO 2004 lalu. Yunani yang dinilai memiliki peluang paling tipis untuk menjadi juara berhasil mengalahkan tuan rumah Portugal yang lebih diunggulkan dalam dua kali kesempatan, yaitu pada babak penyisihan grup dan partai final UERO 2004.
* Spanyol; berhasil menjadi juara Piala Eropa sebanyak dua kali. gelar Piala Eropa terakhir yang diraih Spanyol adalah pada penyelenggaraan Piala Eropa 2008 di Swiss - Austria. Spanyol menjadi juara setelah menyudahi perlawanan Jerman dengan skor tipis 1-0.

* Pencetak gol terbanyak Piala Eropa

Seperti hal nya Piala Dunia, Penyelenggaraan Piala Eropa juga menghadirkan beragam statistik, baik yang melibatkan negara peserta maupun pemain yang menjadi bagian dari negara yang ikut serta dalam Piala Eropa. Salah satu catatan yang selalu mendapat perhatian lebih dari para penggemar bola adalah tentang sepak terjang pemain yang berhasil mencetak gol pada Piala Eropa. Siapa yang akan menjadi pencetak gol terbanyak selalu menjadi salah satu pertanyaan setiap kali Piala Eropa digelar. Hal ini akan mendorong para pemain untuk meningkatkan performanya, karena inilah salah satu ajang yang dapat digunakan pemain untuk “menjual” kemampuannya.

Sepanjang perhelatan Piala Eropa telah banyak gol yang tercipta. Namun hanya sedikit pemain yang berhasil mencetak banyak gol selama berpartisipasi dalam Piala Eropa. Berikut kami hadirkan daftar pencetak gol terpanyak sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa:

9 Gol Michael Platini

7 Gol Alan Shearer

6 Gol Patrick Kluivert

5 Gol Milan Baros

Nuno Gomes

Thierry Henry

Juergen Klinsman

Savo Milosevic

Marco Van Basten

Zinedine Zidane

Michael Platini mencetak sembilan gol pada satu putaran final Piala Eropa, yaitu pada Piala Eropa 1984. ini merupakan rekor pencetak gol terbanyak dalam dalam satu penyelenggaraan Piala Eropa.

Selain pencetak gol terbanyak, ada juga pemain yang menjadi pemain terbanyak tampil di Piala Eropa. Lothar Mattheus, Peter Schmeichel, dan Aron Winter adalah pemain yang tampil pada 4 penyelenggaraan Piala Eropa yang berbeda.

african cup

African Cup PDF Print E-mail

africanationscuptrophy.jpgPiala Afrika adalah ajang sepak bola yang mempertemukan negara-negara anggota CAF. Penyelenggaraan Piala Afrika diadakan setiap dua tahun sekali (sejak 1968) dengan jumalh peserta pada putaran final sebanyak 16 negara (sejak 1998). Tuan rumah yang menjadi tempat penyelenggaraan Piala Afrika ditunjuk oleh CAF. Piala Afrika merupakan satu-satunya turnamen yang telah mengeluarkan tiga tropi (hingga saat ini), karena adanya kebijakan bahwa tropi tersebut akan dimiliki secara tetap oleh negara yang telah 3 kali meraih gelar Piala Afrika.

Piala Afrika pertama kali tercetus setelah terbentuknya federasi sepak bola Afrika pada tahun 1956. Piala Afrika pertama baru digelar pada tahun 1957 di Mesir, dengan diikuti oleh 4 tim, yaitu Mesir, Sudan, Etiopia, dan Afrika Selatan. Namun Afrika Selatan harus didiskualifikasi karena menolak mengirim skuad multi-ras, sebab pada saat itu Afrika Selatan masih di bawah sistim pemerintahan apartheid. Hal ini membuat turnamen Piala Afrika yang pertama ini hanya diikuti oleh 3 tim. Mesir berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Etiopia di final.

Perkembangan Piala Afrika terus berlanjut. Jika sebelumnya hanya ada sedikit negara yang berpartisipasi pada kejuaraan ini, sejak tahun 1998 jumlah negara yang berpartisipasi pada putaran final ditingkatkan menjadi 16 negara. Hal ini juga merubah sistim kompetisi yang digunakan pada penyelenggaraan putaran final Piala Afrika.

Format Putaran Final Piala Afrika

Pada awalnya putaran final Piala Afrika menggunakan format knock out. Hal ini berlangsung sejak Piala Afrika pertama kali digelar hingga penyelenggaraan Piala Afrika tahun 1959. Format penyisihan grup pada putaran final Piala Afrika mulai digunakan pada tahun 1962, yang diikuti oleh 9 negara. sejak itu format penyisihan grup terus digunakan, apalagi peserta putaran final Piala Afrika juga terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Sejak tahun 1998, dimana peserta putaran final Piala Afrika berjumlah 16 negara, CAF menggunakan format penyisihan grup untuk menentukan negara mana saja yang berhak maju ke babak knock out. Negara yang berhasil masuk ke putaran final Piala Afrika dibagi menjadi 4 grup, dengan masing-masing grup berisi 4 negara. Sistim yang digunakan pada putaran penyisihan grup ini adalah sistim setengah kompetisi. Dua negara yang berhasil menduduki peringkat teratas pada masing-masing grup (juara dan runner up grup) berhak maju ke putaran selanjutnya (8 besar atau perempat final) yang menggunakan sistim knock out.
Pada babak perempat final, negara dari masing-masing grup dipertemukan dengan sistim silang. Maksudnya adalah juara dari satu grup akan bertanding melawan runner up grup lain. Pemenang dari masing-masing partai akan bertemu di babak semifinal, untuk selanjutnya maju ke babak final untuk memperebutkan tropi Piala Afrika.

Statistik Piala Afrika

Berikut adalah statistik yang ada selama berlangsungnya kejuaraan Piala Afrika, sejak penyelenggaraan pertama kali pada tahun 1957.

  • Tuan Rumah dan Partai Final
Tahun Tuan RumahPartai Final
Juara Runner up
Skor
1957 Sudan Mesir Etiopia 4 – 0
1959 Mesir Mesir Sudan 2 – 1
1962 Etiopia Etiopia Mesir 4 – 2 (perpanjangan waktu)
1963 Ghana Ghana
Sudan 3 – 0
1965 Tunisia Ghana Tunisia 3 – 2 (perpanjangan waktu)
1968 Etiopia
Congo DR Ghana 1 – 0
1970 Sudan Sudan Ghana 1 – 0
1972 Kamerun Congo
Mali
3 – 2
1974 Mesir Zaire Zambia 2 – 2; 2 – 0
1976 Etiopia Maroko Guinea
1978 Ghana Ghana Uganda 2 – 0
1980 Nigeria Nigeria Algeria 3 – 0
1982 Libya Ghana Libya 1 – 1; 7 – 6 (adu pinalti)
1984
Ivory Coast Kamerun
Nigeria 3 – 1
1986 Mesir Mesir Kamerun 0 – 0; 5 – 4 (adu pinalti)
1988
Maroko Kamerun Nigeria 1 – 0
1990 Algeria AlgeriaNigeria
1 – 0
1992 Senegal Cote d’Ivory Ghana 0 – 0; 11 – 10 (adu pinalti)
1994 Tunisia Nigeria Zambia 2 – 1
1996 Afrika Selatan Afrika Selatan Tunisia 2 – 0
1998 Burkino Faso Mesir Afrika Selatan 2 – 0
2000 Ghana - Nigeria Kamerun
Nigeria
2 – 2; 4 – 3 (adu pinalti)
2002 Mali
Kamerun Senegal 0 – 0; 3 – 2 (adu pinalti)
2004 Tunisia Tunisia
Maroko 2 – 1
2006 Mesir Mesir Cote d’Ivory 0 – 0; 4 – 2 (adu pinalti)
2008 Ghana
Mesir Kamerun 1 – 0
2010 Angola
2012 Gabon - Equatorial Guinea
2014 Libya
  • Juara Piala Afrika

Hingga tahun 2008, Piala Afrika telah diselenggarakan sebanyak 26 kali. Namun hanya 13 negara yang berhasil merasakan nikmatnya menjadi juara Piala Afrika. Negara yang paling sukses dalam sejarah penyelenggaraan Piala Afrika adalah Mesir. Mesir berhasil menjadi negara yang paling banyak meraih gelar juara Piala Afrika, sebanyak 6 kali. Ghana dan kamerun berada di bawah mesir, dengan raihan 4 titel juara Piala Afrika.
Berikut ini adalah dafrat negara yang berhasil meraih gelar juara pada penyelenggaraan Piala Afrika.

Juara
Negara
Tahun
6 kali Mesir 1957; 1959; 1986; 1998; 2006; 2008
4 kali Ghana 1963; 1965; 1978; 1982
Kamerun
1984; 1988; 2000; 2002
2 kali Congo DR 1968; 1974
Nigeria 1980; 1994
1 kali
Etiopia 1962
Congo
1972
Cote d’Ivoire 1992
Algeria
1990
Maroko 1976
Afrika Selatan 1996
Sudan 1970
Tunisia
2004
  • Pencetak Gol Terbanyak

Setiap kejuaraan sepak bola akan memunculkan pemain-pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak. Pemain sepak bola, terutama pemain penyerang, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan-lawannya. Selain untuk memenangkan negaranya, menjadi pencetak gol trebanyak dalam turnamen sepak bola internasional merupakan hal yang sangat prestisius. Berikut ini kami tampilkan daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Afrika.

Jumlah Gol Nama Pemain
16 gol Samuel Eto’o
14 gol
Laurent Pokou
13 gol Rashidi Yekini
12 gol Hassan El-Shazly
Michael Essien
11 gol Patrick Mboma
Hossam Hassan
10 gol Francileudo Santos
Mengistu Worku
Joel Tiehi
Mulamba Ndaye
Kalusha Bwalya
9 gol Abdoulaye Traore
8 gol Wilberforce Kwadwo Mfum
Junior Agogo
7 gol Ali Abugresha
Taher Abouzaid
Mohamed Aboutreika
Roger Milla
Benni McCarthy
Jay-Jay Okocha
  • Kontestan Piala Afrika

Negara-negara di Afrika yang menjadi anggota CAF adalah negara yang berhak menjadi peserta Piala Afrika. Namun tidak semua negara selalu tampil dalam putaran final Piala Afrika. Mesir merupakan negara yang paling banyak tampil di putaran final Piala Afrika.
Berikut adalah daftar negara-negara anggota CAF yang pernah berpartisipasi dalam putaran final Piala Afrika.

Putaran FinalNegara
Final
21
Mesir 7 kali
17 Cote d’Ivoire 2 kali
16 Ghana 7 kali
15 Congo DR 2 kali
Nigeria 6 kali
Kamerun 6 kali
13 Algeria 2 kali
Maroko 2 kali
Tunisia 3 kali
Zambia 2 kali
11 Senegal 1 kali
9 Etiopia 2 kali
Guinea 1 kali
7
Afrika Selatan 2 kali
Sudan 3 kali
6 Burkino Faso
Congo 1 kali
Togo
5 Kenya
Mali 1 kali
Uganda 1 kali
4 Angola
3 Gabon
Mozambique
2 Benin
Liberia
Libya 1 kali
Namibia
Sierra Leone
Zimbabwe
1 Malawi
Mauritius
Rwanda
Tanzania

copa america

Copa America PDF Print E-mail

copaamerica.jpgCopa America adalah turnamen sepak bola antar negara yang diselenggarakan oleh CONMEBOL untuk mengakomodir kebutuhan kompetisi sepak bola antar negara di wilayah Amerika Selatan. Kejuaraan Copa America ini merupakan kompetisi antar negara yang paling tua di dunia, yang masih bertahan hingga sekarang. Kompetisi ini telah bergulir sejak tahun 1916 dengan nama Cmapeonato Sudamericano de Selecciones (Kejuaraan Sepak Bola Antar Negara Amerika Selatan).

Kejuaraan Copa America pertama kali digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Argentina pada tahun 1916. Negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan ini adalah Uruguay. Sejak itu kejuaraan sepak bola antar negara-negara Amerika Selatan ini digelar setiap 2 tahun sekali. Namun CONMEBOL bermaksud mengubah tenggat waktu pelaksanaan Copa America menjadi empat tahun sekali, terhitung mulai tahun 2007.

Negara-negara di Amerika Selatan yang menjadi anggota CONMEBOL hanya berjumlah 10 negara. karena jumlah yang sedikit, maka format kompetisi yang digunakan pun berbeda dengan format kompetisi lain. Pada Copa America tidak terdapat sistim kualifikasi. Semua negara anggota CONMEBOL akan langsung berlaga di putaran final Copa Amerika. Selain itu, untuk meningkatkan persaingan yang ada, sejak tahun 1993 CONMEBOL mengundang dua atau tiga negara dari federasi sepak bola lain untuk berpartisipasi pada ajang Copa Amerika.

Jika tuan rumah kompetisi sepak bola pada federasi lain ditentukan setelah ada yang mencalonkan diri, tidak demikian halnya dengan Copa Amerika. Sejak tahun 1984 CONMEBOL mengambil kebijakan untuk menunjuk negara yang menjadi tuan rumah Copa Amerika secara bergiliran, berdasarkan urutan alfabet. Dengan cara rotasi seperti ini, dapat dipastikan bawa semua negara anggota CONMEBOL akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Copa Amerika.

Sepanjang perhelatan kejuaraan Copa Ameroca, Argentina dan Uruguay merupakan negara yang paling banyak menjadi juara. Kedua negara ini masing-masing berhasil mengangkat tropi Copa America sebanyak 14 kali. Negara yang menyusul dibelakang nereka adalah Brasil dengan 8 kali menjadi juara. Daftar negara yang berhasil menjadi juara pada perhelatan Copa America adalah:


Gelar Juara
Negara
Tahun
14 kali Uruguay 1916; 1917; 1920; 1923; 1924; 1926; 1935; 1942; 1956; 1959; 1967; 1983; 1987; 1995
Argentina 1921; 1925; 1927; 1929; 1937; 1941; 1945; 1946; 1947; 1955; 1957; 1959; 1991; 1993
8 kali Brasil 1919; 1922; 1949; 1989; 1997; 1999; 2004; 2007
2 kali Paraguay 1953; 1979
Peru 1939; 1975
1 kali Kolombia 2001
Bolivia 1963




Daftar negara tuan rumah Copa America, Juara dan Runner up

South American Championship
TahunTuan Rumah
Juara
Runner Up
1916 Argentina Uruguay Argentina
1917 Uruguay Uruguay Argentina
1919 Brasil Brasil Uruguay
1920 Chile Uruguay Argentina
1921 Argentina Argentina Brasil
1922 Brasil Brasil Paraguay
1923
Uruguay Uruguay Argentina
1924 Uruguay Uruguay Argentina
1925 Argentina Argentina Brasil
1926 Chile Uruguay Argentina
1927 Peru Argentina Uruguay
1929 Argentina Argentina Paraguay
1935 Peru Uruguay Argentina
1937 Argentina Argentina Brasil
1939 Peru Peru Uruguay
1941 Chile Argentina Uruguay
1942 Uruguay Uruguay Argentina
1945 Chile Argentina Brasil
1946 Argentina Argentina Brasil
1947 Ekuador Argentina Paraguay
1949 Brasil Brasil Paraguay
1953 Peru Paraguay Brasil
1955 Chile Argentina Chile
1956 Uruguay Uruguay Chile
1957 Peru Argentina Brasil
1959 Argentina Argentina Brasil
1959 Ekuador Uruguay Argentina
1963 Bolivia Bolivia Paraguay
1967 Uruguay Uruguay Argentina
Copa America
Tahun Tuan Rumah Juara Runner Up
1975 Kandang – tandang Peru Kolombia
1979 Kandang – tandang Paraguay Chile
1983 Kandang – tandang Uruguay Brasil
1987 Argentina Uruguay Chile
1989 Brasil Brasil Uruguay
1991 Chile Argentina Brasil
1993 Ekuador Argentina Meksiko
1995 Uruguay Uruguay Brasil
1997 Bolivia Brasil Bolivia
1999 Paraguay Brasil Uruguay
2001 Kolombia Kolombia Meksiko
2004 Peru Brasil Argentina
2007 Venezuela Brasil Argentina
2011 Argentina