Senin, 09 Maret 2009
teknik permainan(strategi)
Strategi permainan biasanya ditentukan oleh pelatih masing-masing tim sebelum permainan dimulai. Pelatih akan menentukan strategi apa yang sesuai untuk dimainkan menghadapi calon lawannya, dengan menganalisa kelebihan dan kelemahan tim lawan. Strategi tersebut diantaranya adalah formasi tim, pemain yang diturunkan dalam pertandingan, taktik yang akan dipakai dalam permainan, serta siapa saja pemain yang akan bertindak sebagai kapten tim, pengambil tendangan bebas, tendangan sudut, dan tendangan pinalti.
* Formasi Tim
Satu tim sepak bola terdiri dari sebelas pemain termasuk penjaga gawang. Untuk mengatur posisi pemain, kecuali penjaga gawang, diperlukan suatu skema permainan, sehingga pemain tidak menumpuk pada satu posisi saja. Hal ini mutlak perlu, karena dalam sepak bola terdapat tiga posisi pemain yang harus diisi. Ketiga posisi tersebut adalah pemain bertahan (bek), pemain tengah (gelandang), dan pemain depan (penyerang).
Skema posisi pemain yang bermain dalam pertandingan sepak bola ini biasa disebut dengan nama formasi tim. Dalam sepak bola terdapat bermacam macam formasi yang biasa diterapkan oleh setiap pelatih. Penggunaan formasi ini disesuaikan dengan kondisi tim secara menyeluruh dan lawan yang akan dihadapi. Biasanya setiap tim memiliki satu atau dua formasi utama yang sesuai dengan kemampuan pemain dalam tim tersebut, dan merupakan formasi yang dinilai paling baik bagi tim.
Formasi yang digunakan oleh pelatih dalam permainan sepak bola cukup beragam. Masing-masing formasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara umum, formasi yang digunakan dalam permainan sepak bola terdiri dari formasi standar 4-4-2 (4 pemain bertahan – 4 pemain tengah – 2 pemain depan), 3-5-2, 4-3-3, 3-4-3, 4-5-1, 5-3-2, dan 3-6-1. Masing masing formasi tersebut memiliki formasi turunan, yang dapat diubah sesuai dengan kebutuhan tim.
Dari bentuk formasi yang digunakan oleh sebuah tim sepak bola, kita dapat memperkirakan tipe permainan yang akan diterapkan oleh tim tersebut. Tipe permainan yang dapat diterapkan oleh sebuah tim sepak bola berdasarkan formasi yang digunakan diantaranya adalah tipe permainan menyerang dan tipe permainan bertahan. Khusus untuk formasi 4-4-2, tim yang menggunakan formasi ini biasanya menekankan keseimbangan antara menyerang dan bertahan.
* Susunan Pemain
Selain menentukan formasi yang akan diterapkan oleh timnya dalam permainan, pelatih juga akan menentukan siapa saja pemain yang akan diturunkan pada pertandingan tersebut. Penentuan pemain yang akan diturunkan pelatih tersebut biasanya didasarkan kepada performa pemain tersebut, kemampuan individu, kondisi dan mental pemain, serta kebutuhan tim secara keseluruhan.
Susunan pemain yang ditetapkan oleh pelatih dalam pertandingan sepak bola yang akan dihadapinya terdiri dari 11 pemain utama (starter) dan 5 hingga 7 pemain cadangan, salah satunya penjaga gawang. Susunan pemain yang diturunkan oleh pelatih tersebut biasa disebut dengan starting line up.
Posisi dan kemampuan masing-masing pemain yang diturunkan oleh pelatih disesuaikan dengan formasi yang digunakan. Sebagai contoh jika pelatih menggunakan pola permainan 4-4-2, maka pelatih akan menurunkan 4 orang pemain dengan tipe permainan bertahan, 4 orang pemain tengah, dan 2 orang pemain yang memiliki kemampuan menyerang cukup baik.
Pada saat pertandingan sepak bola sedang berlangsung, pelatih dapat merubah formasi timnya serta mengganti pemain yang dianggapnya tidak maksimal, cidera atau faktor lain. Pergantian pemain dalam pertandingan resmi hanya boleh dilakukan sebanyak 3 kali.
* Taktik dan strategi
Masing-masing pelatih memiliki taktik sendiri-sendiri dalam menghadapi pertandingan sepak bola. Ada pelatih yang senang menggunakan taktik menyerang secara frontal, ada juga pelatih yang menginginkan timnya bermain aman, dan bertahan, dengan sekali-kali melakukan serangan balik.
Serangan yang dilakukan oleh sebuah tim juga bermacam-macam. Ada tim yang mengandalkan serangan langsung melalui bagian tengah lapangan, ada tim yang menyerang dengan melakukan umpan-umpan pendek dan cepat dengan sesekali mengirim umpan panjang, ada juga yang memanfaatkan lebar lapangan untuk melakukan penyerangan, dan ada juga tim yang langsung mengirim bola dari belakang ke depan, tanpa melalui pemain tengah. Sistim permainan menyerang yang cukup terkenal adalah “total football” yang diperagakan oleh tim Belanda, serta “kick and rush” yang banyak digunakan oleh tim-tim dari daratan Inggris.
Dalam bertahan, setiap tim juga memiliki pola permainan tersendiri. Pelatih dapat menginstruksikan pemain bertahan untuk melakukan penjagaan daerahnya, untuk mengawal pemain lawan yang memasuki wilayah pertahanannya. Selain penjagaan wilayah, seorang pemain bertahan juga dapat diminta untuk menjaga satu orang pemain lawan yang dianggap berbahaya (biasanya penyerang). Hal ini akan menghambat pergerakan pemain tersebut, sehingga tidak leluasa untuk menciptakan peluang. Selain itu ada lagi sistim pertahanan dalam sepak bola yang cukup efektif, namun perlu koordinasi yang baik. Sistim yang dimaksud adalah perangkap offside. Perangkap offside ini memerlukan koordinasi yang baik antar pemain bertahan supaya dapat berfungsi dengan baik. Banyak kejadian dimana penyerang lawan terperangkap offside pada saat menerima umpan dari rekannya. Namun tidak sedikit pula perangkap offside yang gagal karena kurangnya koordinasi antar pemain belakang. Jika hal ini terjadi, maka sangat besar kemungkinan tim lawan akan mencetak gol, karena pemain tersebut hanya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.
Selain menentukan sistim permainan yang akan diterapkan oleh timnya, seorang pelatih juga akan menunjuk beberapa pemain untuk tugas-tugas khusus. Pelatih akan menunjuk seorang pemainnya untuk berperan sebagai kapten tim. Pemain yang ditunjuk sebagai kapten biasanya pemain yang cukup berpengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar pada rekan-rekannya.
Selain menunjuk seorang pemain sebagai kapten, pelatih juga akan menentukan siapa pemain yang akan mengambil tendangan bebas langsung, tendangan sudut, dan algojo pinalti. Pemain yang ditunjuk untuk melakukan tendangan bebas langsung haruslah pemain yang memiliki akurasi dan kekuatan tendangan yang cukup baik. Banyak gol yang tercipta dari tendangan bebas langsung ini, yang dilakukan oleh pemain dengan akurasi tendangan yang baik. Untuk pengambil tendangan sudut, pelatih akan menunjuk pemain yang memiliki akurasi operan sangat baik, karena peluang terjadinya gol dari tendangan sudut juga cukup tinggi, terlebih jika tim tersebut memiliki penyerang dengan tinggi ideal dan kemampuan menyambut bola atas dengan baik.
Setiap pemain dapat mencetak gol dari titik pinalti. Namun pada saat melakukan tendangan dari titik sebelas meter ini, mental pemain sangat berperan. Karena itu pelatih akan menunjuk pemain yang memiliki teknik dan akurasi tendangan yang baik, serta mental yang kuat sebagai pemain yang menjadi algojo titik pinalti.
teknik permainan(teknik individu)
* Menendang bola
Teknik paling dasar yang harus dimiliki oleh seorang pemain sepak bola adalah menendang bola. seorang pemain sepak bola setidaknya harus bisa menendang bola dengan baik. Hal ini merupakan kemampuan yang sangat dasar, mengingat pemain sepak bola menggunakan kakinya untuk mnendang bola, baik itu ditujukan untuk memberikan operan ke rekan satu tim, mencetak gol ke gawang lawan, maupun untuk membuang bola yang membahayakan gawang timnya.
Untuk menendang bola biasanya pemain menggunakan kakinya yang paling kuat, baik itu kaki kanan maupun kaki kiri. Namum ada juga pemain yang dapat menendang bola sama baiknya dengan kaki kanan maupun kaki kirinya. Sedangkan bagian yang bersentuhan dengan bola pada saat melakukan tendangan bervariasi. Ada pemain yang menendang menggunakan punggung kakinya, menendang bola dengan kaki bagian dalam, dan ada juga pemain yang menendang bola dengan kaki bagian luar. Bahkan pada waktu tertentu ada pemain yang menggunakan tumitnya untuk melakukan operan bola. Bagian manapun dari kaki yang digunakan untuk menendang bola biasanya disesuaikan dengan tujuan dari pemain tersebut, apakah akan melakukan operan menyusur tanah, operan lambung, atau untuk menendang bola dengan keras.
* Mengumpan bola
Sebagai permainan tim, sepak bola mengharuskan para pemainnya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan rekan satu tim. Dalam hal ini, melakukan umpan ke rekan satu tim merupakan hal yang harus dikuasai dengan baik oleh setiap pemain bola. hal ini ditujukan supaya penerima bola tidak kesulitan dalam menerima operan, dan yang paling fatal adalah tidak terjadi salah umpan sehingga bola dikuasai oleh pemain lawan dan membahayakan gawang sendiri.
Operan dalam sepak bola terdiri dari berbagai bentuk, dengan berbagai tujuan. Bentuk operan dalam sepak bola dapat berupa operan datar, umpan lambung, unpan panjang dan pendek, umpang silang (atau dikenal dengan crossing), dan juga umpan terobosan. Umpan yang dilakukan dapat menggunakan kepala (heading) maupun dengan kaki. Tujuan umpan itu sendiri ada yang digunakan untuk memulai penyerangan, memberikan peluang mencetak gol pada penyerang, mengamankan daerah pertahanan, bahkan dapat juga digunakan untuk mengecoh pemain lawan.
* Menyundul bola
Selain menggunakan kaki, pemain bola juga sering menggunakan kepalanya untuk mengumpan maupun memasukkan bola ke alam gawang lawan. Bola yang melayang di udara menjadi “makanan” bagi kepala untuk mengarahkannya ke rekan satu tim atau ke dalam gawang lawan. Memindahkan bola dengan kepala inilah yang disebut dengan menyundul bola.
Menyundul bola dapat dilakukan dengan beberapa cara. Cara yang paling umum adalah dengan melompat menyamput datangnya bola. selain dengan melompat ke atas, ada juga pemain yang menyundul bola sambil menjatuhkan badan. Hal ini dilakukan apabila bola yang datang melayang tidak begitu tinggi dari tanah. Cara ini sering mengecoh pemain bertahan dan penjaga gawang lawan, karena biasanya bola yang melayang tidak begitu tinggi dari tanah akan disambut dengan kaki, bukan dengan kepala.
* Mencetak gol
Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah memasukkan bola ke gawang lawan, atau mencetak gol, untuk memenangkan pertandingan. Berbagai cara dilakukan oleh pemain untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Dalam upayanya mencetak gol bagi timnya, pemain harus melewati hadangan pemain bertahan dan penjaga gawang lawan. Semakin baik koordinasi pemain bertahan dan semakin tangguh penjaga gawang lawan, maka akan semakin sulit untuk dilewati dan mencetak gol. Kerja sama antar pemain mutlak diperlukan untuk mengecoh pemain bertahan dan menundukkan penjaga gawang lawan.
Dalam mencetak gol, pemain dapat melakukannya dengan berbagai macam cara. Mencetak gol dapat dilakukan dengan sundulan kepala maupun tendangan keras ke arah gawang lawan. Pemain dapat mencetak gol dari dalam daerah pinalti maupun dari luar kotak pinalti. Bahkan pemain juga dapat mencetak gol melalui tendangan bebas langsung, meskipun harus berhadapan dengan “pagar hidup” pemain lawan.
* Menggiring bola
Salah satu teknik yang cukup penting bagi pemain sepak bola adalah bagaimana dia mampu mengontrol bola dan membawanya menuju ke daerah lawan untuk kemudian diumpna ke rekan satu tim maupun dilesakkan langsung ke gawang lawan. Kemampuan ini dikenal dengan teknik menggiring bola. menggiring bola dilakukan pemain untuk mengecoh pemain lawan yang menjaganya dan akan merebut bola yang dikuasainya.
Menggiring bola dapat dilakukan dengan berbagai cara. Bagian kaki yang bersentuhan dengan bola saat pemain menggirirng bola pun bervariasi. Pemain dapat menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, dan punggung kaki untuk menggiring bola. penggunaan bagian dari kaki tersebut dalam menggiring bola disesuaikan dengan kebutuhan pemain.
Untuk pemain yang menggunakan kaki kanan, dia akan menggunakan kaki bagian dalam untuk mengecoh lawan yang berada di sebelah kanannya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan untuk mengecoh lawan yang mencoba menghadang dan merebut bola dari sebelah kirinya. Hal tersebut bertolak belakang dengan pemain yang menggunakan kaki kiri (pemain kidal). Pemain kidal akan menggunakan kaki bagian dalam saat menggiring bola untuk mengecoh lawan yang menghadang di sebelah kirinya. Sedangkan kaki bagian luar digunakan pemain kidal untuk melewati lawan yang coba merebut bola dari sebelah kanannya.
Menggiirng bola dengan menggunakan punggung kaki digunakan oleh semua pemain, baik itu pemain kidal maupun tidak, untuk menggiring bola dengan cepat ke arah depan. Hal ini karena menggirig bola dengan punggung kaki akan menyebabkan laju bola cukup jauh di depan pemain. Tentunya menggiring bola dengan punggung kaki akan efektif jika tidak ada pemain yang mencoba menghadang dan merebut bola dari arah depan, karena control bola akan cukup sulit dilakukan untuk menghindarinya.
* Menerima operan
Umpan adalah salah satu hal penting dalam sepak bola. Hampir setiap saat kita dapat melihat pemain sepak bola memberi dan menerima umpan. Umpan yang baik adalah umpan yang akurat, baik itu arah dan kecepatannya, sehingga penerima umpan akan dapat menerima dan mengontrol bola dengan baik.
Untuk menerima umpan dari rekan satu tim, pemain dapat menggunakan hampir semua bagian tubuhnya kecuali tangan. Untuk umpan ke arah penjaga gawang (back pass), penjaga gawang hanya diperbolehkan menerima umpan dengan tangan di kotak pinalti jika bola tersebut diumpan tidak dengan kaki. Namun jika bola diumpan ke penjaga gawang dengan kaki, maka penjaga gawang tidak boleh menerima bola dengan tangan, meskipun ia berada di dalam kotak pinalti. Jika itu dilanggar, maka tim lawan akan mendapat hadiah tendangan bebas tidak langsung dimana penjaga gawang tersebut melakukan kesalahan.
Pemain yang menerima umpan dapat menggunakan badan, kepala, atau kakinya untuk menerima dan mengarahkan bola ke daerah yang dikehendakinya. Biasanya umpan tersebut akan diarahkan ke daerah yang kosong, untuk kemudian dikontrol oleh penerima umpan. Bola yang sudah diterima dapat diumpan kembali ke pemain lain yang lebih bebas, digiring menuju daerah lawan, atau dilesakkan ke gawang lawan untuk mencetak gol.
* Merebut bola dari lawan
Pemain selain menguasai teknik dasar sepak bola, seperti menendang bola, mengumpan bola, menggiring bola, melakukan sundulan bola, dan mencetak gol, juga harus dapat merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Hal ini ditujukan untuk mencegah lawan mencetak gol, dan membangun serangan untuk mencetak gol ke gawang lawan.
Ada banyak cara yang digunakan pemain untuk merebut bola yang dikuasai oleh lawan. Satu atau dua pemain, atau bahkan lebih, dapat menempel lawan yang menguasai bola dengan ketat sehingga lawan kehilangan ruang dan kesempatan untuk mengumpan atau menendang bola, untuk kemudian mencuri bola dari kaki lawan. Meskipun cara ini terlihat cukup efektif, namun mengurung pemain lawan yang menguasai bola akan membuka ruang bagi pemain lain yang tidak terkawal.
Cara lain yang sering dilakukan oleh pemain untuk merebut bola dari kaki lawan adalah dengan melakukan tackling. Tackle ini biasa dilakukan oleh pemain bertahan maupun pemain tengah untuk menghentikan laju bola yang dibawa oleh pemain lawan. Tackle dilakukan dengan cara mengait atau menjauhkan bola dari lawan dengan menggunakan kaki sambil menjatuhkan badan. Sasaran tackle adalah bola, dan bukan kaki lawan. Jika tackle yang dilakukan pemain mengenai kaki lawan, bukan bola, maka pemain yang bersangkutan akan dinyatakan melakukan pelanggaran, dan dapat dikenai kartu kuning oleh wasit. Bahkan dalam kasus tertentu, tackle yang berpotensi membahayakan lawan, dapat dikenai kartu merah.
Selain mencuri bola dari kaki lawan dan melakukan tackling, ada cara lain untuk merebut bola dari kaki penguasaan lawan. Cara yang dimaksud adalah dengan melakukan intercept, atau memotong laju bola yang diumpan ke lawan. Intercept dapat dilakukan baik itu untuk umpan datar maupun umpan lambung. Dengan melakukan intercept, maka serangan balik ke arah pertahanan lawan dapat dengan cepat dilakukan, sebelum koordinasi pemain lawan terjalin dengan baik. Banyak gol yang tercipta dari intercept yang dilanjutkan dengan serangan balik ini. Salah satu hal yang mendukung adalah tim harus memiliki pemain yang mempunyai kemampuan lari cukup cepat, serta umpan yang terukur, sehingga pemain lawan akan kewalahan.
asian cup
Search Articles
User Login
Syndicate
| Asian Cup | | | |
|
|
golden cup
Search Articles
User Login
Syndicate
| Gold Cup | | | |
| CONCACAF Gold Cup, atau Piala Emas CONCACAF, adalah kejuaraan sepak bola antar negara yang diselenggarakan di Amerika Utara, Tengah, dan kepulauan Karibia. Salah satu yang menarik dan beda dengan kompetisi di zona lain, kejuaraan ini melibatkan negara dari zona sepak bola lain sebagai peserta undangan.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
pagelaran bergengsi sepak bola(euro)
Search Articles
User Login
Syndicate
| EURO (Piala Eropa) | | | |
| Piala Eropa diselenggarakan oleh UEFA setiap 4 tahun sekali. Tempat yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan putaran final Piala Eropa ditentukan oleh UEFA palig tidak 6 tahun sebelum putaran final tersebut dilaksanakan. Sepanjang sejarah perhelatan Piala Eropa, Jerman merupakan negara yang paling sukses. Jerman berhasil merajai sepak bola Eropa sebanyak tiga kali, 2 kali saat masih bernama Jerman Barat pada tahun 1972 dan 1980, dan sekali setelah bersatu dengan Jerman Timur, dibawah bendera Jerman pada tahun 1996. Penyelenggaraan putaran final Piala Eropa dilaksanakan 2 tahun sebelum atau sesudah putaran final Piala Dunia. Piala ini memperebutkan sebuah piala yang deberi nama Piala Henry Delaunay. Pemberian nama ini dilakukan untuk menghormati Henry Delaunay, presiden FFF (Federasi Sepak bola Perancis) yang telah mencetuskan ide untuk mengadakan kejuaraan antar negara-negara di Eropa. Ide tersebut dicetuskan oleh Henry Delaunay pada tahun 1927. Piala Eropa yang pertama kali diadakan pada tahun 1960, dengan Perancis sebagai tuan rumah. Kualifikasi menuju Piala Eropa di Perancis ini diikuti oleh 17 negara, namun hanya empat negara yang berhasil lolos ke putaran final. Pada putaran final tersebut Uni Soviet berhasil menjadi juara Piala Eropa untuk pertama kalinya, setelah mengkandaskan perlawanan Yugoslavia dengan skor 2 - 1. sedangkan tempat ketiga ditempati oleh Cekoslowakia, yang menundukkan tuan rumah Perancis dengan skor akhir 2 – 0. Format Pertandingan Piala Eropa Perhelatan Piala Eropa terbagi menjadi dua babak, yaitu babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa. Babak kualifikasi untuk memperebutkan tempat di putaran final Piala Eropa perlu diadakan karena negara Eropa yang menjadi anggota UEFA cukup banyak, dengan masing-masing berambisi untuk turut serta dalam putaran final Piala Eropa. Format yang digunakan pada babak kualifikasi dan putaran final Piala Eropa berbeda-beda. * Kualifikasi Piala Eropa Perhelatan Piala Eropa diikuti oleh semua anggota UEFA. Banyak negara yang telah menjadi anggota UEFA ingin berpartisipasi dalam putaran final Piala Eropa. Namun tidak semua negara dapat tertampung dalam putaran final Piala Eropa, karena jumlah negara yang berhak mengikuti putaran final Piala Eropa hanya 16 negara (sejak tahun 1980 hingga sekarang) termasuk tuan rumah. Untuk menentukan negara mana saja yang berhak masuk ke putaran final Piala Eropa, maka UEFA memutuskan untuk mengadakan pertandingan kualifikasi Piala Eropa. Semua negara anggota UEFA (kecuali tuan rumah, yang otomatis lolos ke putaran final) berhak dan wajib untuk mengikuti kualifikasi Piala Eropa. Kualifikasi Piala Eropa terbagi dalam beberapa grup dengan sistim kandang dan tandang (sistim kompetisi penuh). Kuealifikasi Piala Eropa ini mulai diadakan setelah berakhirnya putaran final Piala Dunia, atau dua tahun sebelum perhelatan putaran final Piala Eropa dilansungkan. Kualifikasi Piala Eropa memperebutkan sisa tempat yang ada di putaran final Piala Eropa. Untuk Piala Eropa tahun 2008 (UERO 2008), sisa tempat yang diperebutkan berjumlah 14 negara, karena UEFA menunjuk dua negara sebagai tuan rumah Piala Eropa 2008, yaitu Austria dan Swiss. Untuk memperebutkan jatah tiket yang tersisa, UEFA membagi kualifikasi Piala Eropa 2008 menjadi 7 grup. Negara-negara yang menjadi juara dan runner up pada masing-masing grup berhak untuk mengikuti putaran final Piala Eropa. Penentuan siapa yang menjadi juara dan runner up dari masing-masing grup, yang lolos ke putaran final Piala Eropa, dilakukan dengan menghitung jumlah total poin yang diperoleh oleh negara dalam grup tersebut. Namun jika ada negara yang memiliki nilai yang sama, maka penentuan juara dan runner up dilakukan dengan beberapa kriteria yang dihitung atas pertemuan dari negara-negara yang memiliki nilai sama, yaitu: * Hasil pertemuan negara-negara yang memiliki nilai sama, kandang dan tandang. * Selisih gol yang dimiliki oleh negara-negara tersebut. * Jumlah gol yang dimasukkan oleh negara-negara tersebut. * Jumlah gol yang dicetak pada pertandingan tandang masing-masing negara tersebut. * Putaran Final Piala Eropa Putaran final Piala Eropa dilaksanakan di negara yang telah ditunjuk UEFA sebagai tuan rumah. Format yang dugunakan pada putaran Final Piala Eropa bebebeda dengan Format yang digunakan pada putaran final Piala Eropa terdiri dari dua bagian, yaitu babak penyisihan grup dan babak knock out. Pada babak penyisihan grup, negara yang telah berhasil masuk ke dalam putaran final Piala Eropa, termasuk tuan rumah, dibagi dalam 4 grup, dengan masing-masing berisi 4 negara. Pembagian negara ke dalam grup dilakukan dengan melakukan undian. Tuan rumah beserta negara yang menjadi juara bertahan dan negara dengan peringkat UEFA terbaik ditempatkan pada satu pot terpisah. Sedangkan negara lain terbagi dalam tiga pot lain. Masing-masing pot berisi 4 negara. Babak penyisihan grup menggunakan firmat setengah kompetisi, dimana masing-masing negara akan bertanding melawan negara yang berada dalam satu grup. Babak penyisihan grup ini dilakukan untuk memutuskan negara mana yang berhak maju ke babak knock out. Hanya juara dan runner up grup yang memilii kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Penentuan negara mana yang menjadi juara dan runner up ditentukan dengan total point yang diperoleh oleh masing-masing negara. Negara yang lolos ke babak knock out akan bertemu dengan negara lain dari grup yang berbeda. Pertemuan dua negara yang terjadi pada babak knock out dilakukan dengan sistim silang, dimana juara grup akan bertemu dengan runner up grup lain, dan runner up grup akan bertemu dengan juara grup lain. Negara yang berhasil memeanngkan pertandingan berhak maju ke babak selanjutnya. penentuan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya dilakukan dalam pertandingan yang berlangsung. Jika hingga waktu normal pertandingan berakhir seri, maka akan dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Jika belum ada negara yang memenangkan pertandingan, maka penentuan pemenang akan dilakukan dengan adu tendangan pinalti. Statistik Piala Eropa Sejak pertama kali penyelenggaraan Piala Eropa pada tahun 1960, Piala Eropa telah diselenggarakan 13 kali (hingga UERO 2008). Sepanjang penyelenggaraan Piala Eropa tersebut, Jerman merupakan negara yang paling banyak merauh gelar juara, sebanyak 3 kali. Perancis membuntuti Jerman dengan meraih titel Juara Eropa dua kali. Selain itu, masih ada catatan statistik lain yang berkaitan dengan perhelatan Piala Eropa, yaitu: * Tuan rumah Piala Eropa Negara yang pertama kali menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa adalah Perancis, pada tahun 1960. Setelah itu, putaran final diselenggarakan setiap 4 tahun sekali, dengan tuan rumah yang berbeda-beda. Pada penyelenggaraan putaran final Piala Eropa 2000, UEFA membuat sejarah dengan menunjuk dua negara sebagai tuan rumah bersama. Kedua negara tersebut adalah Belgia dan Belanda. Daftar lengkap negara yang menjadi tuan rumah putaran final Piala Eropa, termasuk partai final, adalah:
|
african cup
Search Articles
User Login
Syndicate
| African Cup | | | |
|
Piala Afrika pertama kali tercetus setelah terbentuknya federasi sepak bola Afrika pada tahun 1956. Piala Afrika pertama baru digelar pada tahun 1957 di Mesir, dengan diikuti oleh 4 tim, yaitu Mesir, Sudan, Etiopia, dan Afrika Selatan. Namun Afrika Selatan harus didiskualifikasi karena menolak mengirim skuad multi-ras, sebab pada saat itu Afrika Selatan masih di bawah sistim pemerintahan apartheid. Hal ini membuat turnamen Piala Afrika yang pertama ini hanya diikuti oleh 3 tim. Mesir berhasil menjadi juara setelah mengalahkan Etiopia di final.
Perkembangan Piala Afrika terus berlanjut. Jika sebelumnya hanya ada sedikit negara yang berpartisipasi pada kejuaraan ini, sejak tahun 1998 jumlah negara yang berpartisipasi pada putaran final ditingkatkan menjadi 16 negara. Hal ini juga merubah sistim kompetisi yang digunakan pada penyelenggaraan putaran final Piala Afrika.
Format Putaran Final Piala Afrika Pada awalnya putaran final Piala Afrika menggunakan format knock out. Hal ini berlangsung sejak Piala Afrika pertama kali digelar hingga penyelenggaraan Piala Afrika tahun 1959. Format penyisihan grup pada putaran final Piala Afrika mulai digunakan pada tahun 1962, yang diikuti oleh 9 negara. sejak itu format penyisihan grup terus digunakan, apalagi peserta putaran final Piala Afrika juga terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Sejak tahun 1998, dimana peserta putaran final Piala Afrika berjumlah 16 negara, CAF menggunakan format penyisihan grup untuk menentukan negara mana saja yang berhak maju ke babak knock out. Negara yang berhasil masuk ke putaran final Piala Afrika dibagi menjadi 4 grup, dengan masing-masing grup berisi 4 negara. Sistim yang digunakan pada putaran penyisihan grup ini adalah sistim setengah kompetisi. Dua negara yang berhasil menduduki peringkat teratas pada masing-masing grup (juara dan runner up grup) berhak maju ke putaran selanjutnya (8 besar atau perempat final) yang menggunakan sistim knock out. Statistik Piala Afrika Berikut adalah statistik yang ada selama berlangsungnya kejuaraan Piala Afrika, sejak penyelenggaraan pertama kali pada tahun 1957.
Hingga tahun 2008, Piala Afrika telah diselenggarakan sebanyak 26 kali. Namun hanya 13 negara yang berhasil merasakan nikmatnya menjadi juara Piala Afrika. Negara yang paling sukses dalam sejarah penyelenggaraan Piala Afrika adalah Mesir. Mesir berhasil menjadi negara yang paling banyak meraih gelar juara Piala Afrika, sebanyak 6 kali. Ghana dan kamerun berada di bawah mesir, dengan raihan 4 titel juara Piala Afrika.
Setiap kejuaraan sepak bola akan memunculkan pemain-pemain yang menjadi pencetak gol terbanyak. Pemain sepak bola, terutama pemain penyerang, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan-lawannya. Selain untuk memenangkan negaranya, menjadi pencetak gol trebanyak dalam turnamen sepak bola internasional merupakan hal yang sangat prestisius. Berikut ini kami tampilkan daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Afrika.
Negara-negara di Afrika yang menjadi anggota CAF adalah negara yang berhak menjadi peserta Piala Afrika. Namun tidak semua negara selalu tampil dalam putaran final Piala Afrika. Mesir merupakan negara yang paling banyak tampil di putaran final Piala Afrika.
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
copa america
Search Articles
User Login
Syndicate
| Copa America | | | |
Kejuaraan Copa America pertama kali digelar bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Argentina pada tahun 1916. Negara yang berhasil menjadi juara pada kejuaraan ini adalah Uruguay. Sejak itu kejuaraan sepak bola antar negara-negara Amerika Selatan ini digelar setiap 2 tahun sekali. Namun CONMEBOL bermaksud mengubah tenggat waktu pelaksanaan Copa America menjadi empat tahun sekali, terhitung mulai tahun 2007. Negara-negara di Amerika Selatan yang menjadi anggota CONMEBOL hanya berjumlah 10 negara. karena jumlah yang sedikit, maka format kompetisi yang digunakan pun berbeda dengan format kompetisi lain. Pada Copa America tidak terdapat sistim kualifikasi. Semua negara anggota CONMEBOL akan langsung berlaga di putaran final Copa Amerika. Selain itu, untuk meningkatkan persaingan yang ada, sejak tahun 1993 CONMEBOL mengundang dua atau tiga negara dari federasi sepak bola lain untuk berpartisipasi pada ajang Copa Amerika. Jika tuan rumah kompetisi sepak bola pada federasi lain ditentukan setelah ada yang mencalonkan diri, tidak demikian halnya dengan Copa Amerika. Sejak tahun 1984 CONMEBOL mengambil kebijakan untuk menunjuk negara yang menjadi tuan rumah Copa Amerika secara bergiliran, berdasarkan urutan alfabet. Dengan cara rotasi seperti ini, dapat dipastikan bawa semua negara anggota CONMEBOL akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Copa Amerika. Sepanjang perhelatan kejuaraan Copa Ameroca, Argentina dan Uruguay merupakan negara yang paling banyak menjadi juara. Kedua negara ini masing-masing berhasil mengangkat tropi Copa America sebanyak 14 kali. Negara yang menyusul dibelakang nereka adalah Brasil dengan 8 kali menjadi juara. Daftar negara yang berhasil menjadi juara pada perhelatan Copa America adalah:
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
